Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus KM Lestari Maju
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani (kanan)
Makassar: Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menetapkan dua tersangka kasus kecelakaan kapal feri KM Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar pekan lalu. Kapal rute Pelabuhan Bira, Bulukumba-Pamatata, Selayar itu kandas dalam pelayaran dan menewaskan 36 penumpang.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani menyebutkan, tersangka masing-masing nakhoda kapal Agus Susanto dan perwira Kantor Syahbandar Pelabuhan Bira bernama Kuat Maryanto. 

"Diskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus) bekerja sama Reskrim Polres Selayar dan Bulukumba telah melakukan pemeriksaan atas kasus ini, dan menetapkan tersangka," kata Kombes Dicky pada konferensi pers di Markas Polda Sulsel jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Senin, 9 Juli 2018.


Dalam kasus ini, nakhoda KM Lestari Maju dijerat dengan pasal 302 Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Pelayaran. Dia diduga melayarkan kapal padahal mengetahui tidak laik dan menyebabkan orang meninggal. Nakhoda juga disangkakan Pasal 359 KUHP yakni kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal.

Perwira Syahbandar Bira Kuat Marianto, selain Pasal 359 KUHP, dikaitkan dengan Pasal 303 Undang-undang Pelayaran, karena diduga mengoperasikan pelabuhan tanpa memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan pelayaran. Dua tersangka terancam hukuman penjara sepuluh tahun.

Dicky menyebutkan, kecelakaan KM Lestari Maju menimbulkan 242 korban. Selain 36 orang meninggal, 205 penumpang dievakuasi dengan selamat. Sejauh ini petugas gabungan masih mencari satu korban tersisa, yakni Aditya, bocah berusia sebelas bulan.

Dicky mengungkapkan, pelanggaran KM Lestari Maju jelas terlihat dari jumlah korban, yang jauh melebihi daftar 139 penumpang dalam manifes. Penyidik bekerjasama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kini menyelidiki lebih lanjut soal penyebab kecelakaan serta kelaikan kapal.

"Sebagai bukti, kita sudah sita dokumen-dokumen terkait kapal. Dalam rangka penyelidikan, kita akan melibatkan saksi ahli di bidang perhubungan laut dan akademisi," ujar Dicky.

Seorang pejabat Polda Sulsel sempat menyebut empat tersangka kasus Lestari Maju, meski belakangan dianulir menjadi dua. Dicky memastikan sejumlah saksi masih diperiksa untuk mencari pihak-pihak yang bertanggungjawab atas kecelakaan. Termasuk pemilik kapal buatan 1988 yang sebelumnya dimodifikasi dari angkutan barang menjadi angkutan penumpang. 

"Yang perlu diketahui, ini kapal penumpang resmi. Bukan seperti kejadian lalu yang kapal pribadi digunakan untuk penumpang. Hanya saja disalahgunakan, karena perbedaan penumpang dengan daftar manifes," kata Dicky.

Direktur Krimsus Polda Sulsel Kombes Yudhiawan Wibisono mengatakan penyidik sudah memeriksa 25 saksi dalam kasus ini. Polisi juga sementara mengecek ke Dinas Perhubungan terkait perizinan kapal. Saksi-saksi diperiksa secara maraton, baik di Polda, Polres Selayar, dan Polres Bulukumba.

"Saya yakin tersangkanya bukan dua saja. Kapal sudah 30 tahun. Makanya diselidiki dulu, apakah masih laik," katanya.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id