Mendes PDTT: Dana Desa Tekan Angka Stunting di Gorontalo
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu, 5 Mei 2018 (Foto:Dok)
Gorontalo: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) aktif menangani permasalahan stunting di desa dengan mengarahkan dana desa untuk empat program prioritas. 

Stunting merupakan kondisi seorang anak memiliki tinggi badan lebih rendah daripada standar usianya akibat kekurangan gizi akut. Di Indonesia tercatat 37 persen anak menderita stunting.

Kemendes PDTT menyelenggarakan empat program yang diharapkan berpengaruh terhadap penurunan angka stunting. Hasilnya, dapat dilihat di Kabupaten Gorontalo. Jumlah kasus stunting berhasil turun. 


Berdasarkan laporan Bupati Gorontalo Nelson Pamalingo pada tahun 2015, tercatat 40 persen bayi stunting, dan pada 2017 turun menjadi 24 persen. Angka tersebut telah melampaui target RPJMD sebesar 28 persen.

"Angka stunting di Gorontalo sudah turun. Kita akan terus menekan angka stunting di Indonesia, meskipun berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan sudah mengalami penurunan 10 persen," kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu, 5 Mei 2018.

Menurut Menteri Eko, terdapat tiga hal yang memicu stunting, yakni ketidaktahuan masyarakat, masalah infrastruktur, dan kemiskinan. Saat ini, Kemendes PDTT turut fokus dalam menangani permasalahan stunting di desa.



"Akibat kekurangan gizi,  mereka juga akan mengalami pertumbuhan otak sehingga kecerdasannya terganggu. Oleh karena itu, penyediaan sarana air bersih dan gizi buat anak juga diprioritaskan," katanya.

Menteri Eko optimistis dalam lima tahun mendatang mampu membuat angka stunting menjadi single digit. Kemendes PDTT juga telah mengarahkan dana desa untuk empat program prioritas. Salah satunya, untuk pembangunan embung. Dalam setiap pembangunan embung akan diberikan bibit ikan yang merupakan sumber protein hewani yang berdampak pada pengurangan stunting.

"Jadi, tolong dana desanya digunakan untuk pembangunan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa yang dilakukan secara padat karya tunai. Dengan demikian, gizi masyarakat lebih bagus dan lingkungannya juga lebih bersih. Sehingga secara bersama-sama kita akan mengurangi potensi stunting secara drastis," kata dia.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id