Ilustrasi berbagai jenis pupuk - - Foto: MI/Safir Makki.
Ilustrasi berbagai jenis pupuk - - Foto: MI/Safir Makki.

Pemprov Jatim akan Fokus Subsidi 2 Jenis Pupuk Urea dan NPK

Amaluddin • 28 Juni 2022 18:20
Surabaya: Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim mengaku siap menjalankan kebijakan subsidi pupuk yang nantinya akan difokuskan hanya kepada jenis Urea dan NPK. Hal itu sesuai dengan hasil rekomendasi panja Komisi IV DPR.
 
Namun demikian, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Hadi Sulistyo, mengatakan hingga saat ini aturan resminya belum diterbitkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian.
 
“Jika kebijakan sudah turun, kita pasti melaksanakan," kata Hadi, saat dikonfirmasi, Selasa, 28 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sulistyo mengungkapkan sampai saat ini, Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim belum menerima surat edaran soal refocusing subsidi pupuk dari Kementerian Pertanian. Oleh karena itu, lanjut Hadi, selama belum ada kebijakan baru soal distribusi subsidi pupuk, pihaknya masih melaksankaan mekanisme yang lama. 
 
Baca: Inovasi Petrokimia Gresik Ubah Air Limbah Jadi Bahan Baku Pupuk

"Pengalihan subsidi pupuk memang selama ini masih wacana, kami belum menerima perintah dari Kementerian Pertanian. Prinsipnya, begitu ada kebijakan, tentu akan langsung kita jalankan,” ujarnya. 
 
Sebelumnya, pemerintah akan memfokuskan pemberian subsidi pupuk hanya kepada jenis pupuk Urea dan NPK. Berdasarkan hasil rekomendasi panja Komisi IV DPR, kebijakan ini akan diberlakukan mulai 1 Juli 2022.
 
Hal ini sempat disampaikan oleh Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto pada April lalu, yang mengatakan bahwa pemerintah akan membatasi penyaluran pupuk subsidi. 
 
Pemfokusan pupuk subsidi hanya pada jenis Urea dan NPK ini, utamanya disebabkan naiknya harga pupuk di pasar internasional, sebagai dampak dari kondisi perang Rusia-Ukraina.
 
Selain itu, kedua jenis pupuk subsidi tersebut juga hanya akan diperuntukan bagi sembilan jenis komoditas tanaman pangan, dari sebelumnya diperuntukan kepada 70 jenis tanaman.
 
"Kesembilan tanaman pangan itu diantaranya padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, kakao dan tebu rakyat," ujarnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif