Foto udara sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Selasa, 10 Mei 2022. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Foto udara sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Selasa, 10 Mei 2022. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Arus Mudik dan Balik di Jatim Disebut Kondusif dan Lancar

Nasional Mudik Lebaran arus balik Idulfitri 1439 H Jawa Timur Lebaran 2022 Info Mudik Mudik 2022
Amaluddin • 11 Mei 2022 19:10
Surabaya: Direktur Ditlantas Polda Jawa Timur, Kombes Latif Usman, mengklaim arus mudik dan balik lebaran 2022 kondusif berjalan lancar. Bahkan strategi untuk mengurai kemacetan kendaraan juga berjalan sesuai rencana.
 
"Alhamdulillah sangat berjalan lancar pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran tahun ini," kata Latif usia Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat Semeru 2022 di Mapolda Jatim, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Baca: Ganjar Sebut 11,4 Juta Pemudik Masuk Jateng Selama Libur Lebaran

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian Latif mengakui ada beberapa titik terjadi kemacetan saat arus mudik lebaran. Namun dia menyebut tidak ada hambatan yang berarti pada angkutan mudik dan balik Lebaran 2022.
 
"Memang terjadi kepadatan dibeberapa titik, tapi dalam waktu singkat bisa terselsaikan. Dalam artian masyarakat Jatim mudik tahun ini dengan adanya tol yang tersambung Jakarta-Surabaya dinikmati pemudik," jelasnya.
 
Pada tahun ini, lanjut Latif, volume arus mudik dan balik di Jatim hampir sama. Menurutnya perbedaan kendaraan dan keluar masuk di Jatim paling tinggi mencapai sekitar 60 sampai 40%.
 
"Kita lihat data paling tinggi 60 sampai 40 persen. Jadi keluar masuknya berimbang. Perbedaa selisihnya cuma 21 ribu kendaraan yang kekuar masuk," ungkapnya.
 
Begitu juga dilihat dari sektor wisata, pada tahun ini masyarakat dapat menikmati tempat-tempat wisata. Pengunjung khususnya di Malang Raya, Bromo, Pasuruan maupun Banyuwangi berjalan dengan baik. "Ada kepadatan yang terjadi tapi tidak staknan yang disebut kemacetan tidak ada," katanya.
 
Beberapa data yang ditunjukkan untuk kecelakaan juga terjadi tren penurunan fatalitilty rate 50 persen, dengan sebelum digelarnya Operasi Ketupat. Kecelakaan yang terjadi didominasi oleh roda empat. "Ada empat faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan, yakni faktor kendaraan, faktor manusia, faktor jalan dan faktor alam," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif