Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin (tengah). Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin (tengah). Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Rektor UIN Sunan Kalijaga Minta Proses Hukum Penendang Sajen Disetop

Nasional toleransi beragama gunung semeru Video Viral Jawa Timur
Ahmad Mustaqim • 14 Januari 2022 20:01
Sleman: Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin, menyerukan kepolisian menghentikan proses hukum terhadap HF, penendang sajen di Lumajang, Jawa Timur. Ia mengatakan, banyak kasus yang besar dan lebih penting ketimbang kasus tersebut. 
 
"Banyak sekali yang melanggar aturan lebih berat yang jelas-jelas bertentangan dengan hukum dan merugikan negara, itu saja kita maafkan, apalagi cuma itu," kata Al Makin di Rektorat UIN Sunan Kalijaga, Jumat, 14 Januari 2022. 
 
Ia menjelaskan, seruan itu disampaikan bukan karena HF pernah menjadi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Menurut dia, seruan memaafkan itu atas nama toleransi dan keberagaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagi saya, kalau diproses hukum tidak memberi contoh yang baik. Banyak sekali pelanggaran-pelanggaran di sekitar kita yang jauh lebih berat," ujar alumnus Universitas McGill, Montreal, Kanada ini. 
 
Baca: Penendang Sesajen Sempat DO dan Daftar S2 di UIN Sunan Kalijaga
 
Al Makin menerangkan, berbagai kasus intoleransi banyak dialami kelompok minoritas di Tanah Air dan telah ia teliti. Mulai dari kelompok Lia Eden, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Ahmadiyah, dan kelompok-kelompok aliran kepercayaan. 
 
Ia menuturkan, kelompok-kelompok minoritas itu menderita dan terdiskriminasi karena perlakuan sebagian masyarakat. Menurut dia, pihak yang mendiskriminasi kelompok minoritas itu tak tersentuh hukum. 
 
"Maka sungguh tidak adil jika seorang saja yang mungkin khilaf melakukan itu (menendang sajen). Saya menyerukan proses hukum ini sebaiknya dihentikan dan dimaafkan. Soal pelanggaran dan lain-lain banyak yang lebih berat," ungkapnya. 
 
HF telah ditangkap di Yogyakarta dalam kasus penendangan sesajen itu. Lelaku kelahiran 1988 itu telah ditahan Polda Jawa Timur. HF dijerat dengan Pasal 156 dan 158 KUHP. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif