Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.

Polda Jateng Segera Tangani Wabah PMK Berbasis Zonasi

Mustholih • 01 Juli 2022 12:11
Semarang: Kepolisian Daerah Jawa Tengah segera melakukan penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berbasis zonasi. Penanganan berbasis zonasi dilakukan demi menekan penyebaran wabah PMK yang terus meluas.
 
"Pemerintah akan berupaya meminimalkan penyebaran dengan cara penanganan  zonasi wilayah terdampak (merah, kuning, hijau) lebih diperketat," kata Dikretur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Johanson Ronald Simamora, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 1 Juli 2022.
 
Baca: Wapres Tinjau Penanganan PMK di Lombok Barat

Johanson menjelaskan saat ini pemerintah sedang mendata jumlah populasi ternak yang terjangkit wabah PMK. Data ini nantinya akan digunakan sebagai dasar menentukan status keadaan tertentu di setiap wilayah.
 
Bersamaan dengan menerapkan status, kata Johanson, Pemerintah berniat menggencarkan vaksinasi terhadap hewan ternak. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Adapun obat Vaksin dan alat vaksinator masih dalam proses pengadaaan yang akan dilakukan oleh Kementan bersama dengan BNPB. Akan ditetapkan status keadaan tertentu sebagai dasar percepatan penanganan PMK," jelas Johanson.
 
Di internal kepolisian, kata Johanson, Bhabinkamtibmas Polri akan dimaksimalkan untuk melakukan pendampingan pendataan serta pengawasan isolasi di semua wilayah.
 
Diketahui Jawa Tengah memiliki populasi ternak berisiko PMK mencapai 8.286.534 ekor. Terdiri dari sapi 2.016.564 ekor, kerbau 58.190 ekor, kambing 3.790.059 ekor, domba 2.333.425, dan babi 88.296 ekor.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif