Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah di Balai Kota Bandung, Jumat, 13 September 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan
Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah di Balai Kota Bandung, Jumat, 13 September 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan

Pemkot Bandung Temukan SPBU yang Mengurangi Takaran

Nasional penipuan spbu
Roni Kurniawan • 13 September 2019 15:20
Bandung: Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) terus melakukan pengawasan ke seluruh Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pasalnya Disdagin menemukan dan mendapat laporan adanya kecurangan takaran di sejumlah SPBU di Kota Bandung.
 
Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan pihaknya rutin mengecek seluruh SPBU yang saat ini berjumlah 90 titik. Hasilnya, terdapat beberapa SPBU yang membuat curang kepada konsumen dengan mengurangi takaran bahan bakar minyak (BBM).
 
"Kita rutin memeriksa seluruh SPBU yang kurang lebih ada 90 di Kota Bandung, dan kemarin kami temukan, karena kami juga didampingi oleh Direktorat Metrologi, ada Penera Penera dalam hal pengawasan, di duga ada penambahan alat yang merugikan konsumen salah satunya SPBU di daerah Cijaura," kata Elly di Balai Kota Bandung, Jumat, 13 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Elly menuturkan beberapa SPBU masih mencoba mendapat keuntungan lebih dengan cara menyimpat alat tampahan pada mesin untuk mengurangi jumlah BBM yang dikeluarkan. Pasalnya jumlah BBM yang dikeluarkan tidak sesuai dengan permintaan konsumen yang mengisi di SPBU tersebut.
 
"Tetapi kita harus menantikan teknisi yang paham betul, kami tidak gegabah juga. Akhirnya kami datang lagi ke SPBU yang ada kecurigaan didampingi langsung dari Direktorat Metrologi, Dirjen Perlindungan Konsumen Kemendag," jelas Elly.
 
Menurut Elly alat tambahan tersebut berupa benda kecil untuk memindahkan jumlah takaran BBM yang dikeluarkan. Bahkan alat tersebut bisa dikontrol secara jarak jauh dengan menggunakan alat pengendali.
 
"Jadi ada alat ditempelkan di despenser itu, dibuka sama kita, kalau yang sudah paham itu ada alat yang ditempel semacam swith, itu pakai remote, jadi dia mainnya dari jauh, jadi mengurangi takaran," beber Elly.
 
Hingga kini, baru ada satu SPBU yang dinyatakan bersalah menggunakan alat ilegal tersebut untuk mengurangi takaran BBM. Namun Elly memastikan, proses monitoring dan pemeriksaan terus dilakukan ke seluruh SPBU di Kota Bandung.
 
"Yang sudah kena kemarin adalah SBPU di Jalan Riau," pungkas Elly.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif