Guru BK tersangka pencabulan di Malang, Jawa Timur. Foto: medcom.id/Daviq
Guru BK tersangka pencabulan di Malang, Jawa Timur. Foto: medcom.id/Daviq

Guru BK di Malang Cabuli 18 Siswa

Nasional pencabulan
Daviq Umar Al Faruq • 07 Desember 2019 15:13
Malang: Seorang guru di SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Chusnul Huda, 38, ditangkap Polres Malang, pada Jumat, 6 Desember 2019. Guru bimbingan konseling (BK) itu ditangkap lantaran diduga mencabuli 18 siswa laki-laki di sekolahnya.
 
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, mengatakan penangkapan tersangka berawal saat salah satu korban melapor ke polisi pada Selasa 3 Desember 2019 lalu. Korban melapor bahwa terdapat seorang guru di SMPN 4 Kepanjen yang melakukan perbuatan cabul.
 
"Setelah menerima laporan, penyidik kami melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi dan pengecekan TKP. Setelah kita rasa sudah cukup bukti permulaan, kemudian kita lakukan penangkapan terhadap tersangka kemarin Jumat di daerah Turen," katanya, Sabtu, 7 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menerangkan tersangka mengaku melakukan perbuatan cabul terhadap belasan siswa sejak Agustus 2017 hingga Oktober 2019. Seluruh korban adalah siswa laki-laki.
 
"Selama kurang lebih dua tahun, setidaknya ada 18 siswa yang menjadi korban. Modus operandi tersangka dengan melakukan tipu muslihat dan sedikit ancaman kekerasan, memaksa serta mengatakan latar belakang sedang melakukan penelitian disertasi S3 berkaitan dengan kenakalan remaja," jelasnya.
 
Dia mengungkap kejadian yang menimpa 18 siswa itu terjadi di ruang tamu guru BK. Aksi tersangka dilakukan di luar jam sekolah.
 
"Jadi tidak ada guru dan siswa lain yang ada di situ. Modusnya saat jam istirahat, tersangka membujuk korban ini untuk menghadap di ruang BK setelah jam pulang sekolah," jelasnya.
 
Dari hasil pemeriksaan, tersangka diketahui mengidap kelainan seksual. Walau sudah berkeluarga, tersangka mengaku memiliki hasrat seksual terhadap sesama lelaki.
 
"Sejak usia 20 tahun dia punya rasa itu," imbuh Ujung.
 
Tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 82 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 76E Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara selama 20 tahun serta Pasal 294 KUHP dan pasal 263 KUHP.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif