Ilustrasi pengerjaan kontruksi Istora PON Papua. Medcom.id/Roylinus Ratumakin
Ilustrasi pengerjaan kontruksi Istora PON Papua. Medcom.id/Roylinus Ratumakin

Sektor Konstruksi Jadi Pembayar Pajak Terbanyak

Nasional pajak daerah
Roylinus Ratumakin • 29 Januari 2020 19:33
Jayapura: Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Jayapura Nugroho Apriyanto, mengatakan sektor konstruksi menjadi penyumbang penerimaan pajak terbesar KPP Jayapura pada tahun 2019. Penerimaan pajak dari sektor konstruksi mencapai 41,86 persen dari total penerimaan panjak KPP Jayapura.
 
"Penerimaan pajak pada 2019 mencapai Rp2,576 triliun. Jumlah itu tidak mencapai target penerimaan pajak yang dipatok Rp2,681 triliun. Tetapi, penerimaan pajak sebesar Rp2,576 triliun itu sudah 14,81 persen lebih besar dibandingkan penerimaan pajak 2018," kata Nugroho di Jayapura, Rabu, 29 Januari 2020.
 
Nugroho menjelaskan sesuai target penerimaan pajak pada 2020, perolehan pajaknya meningkat sekitar 22 persen. Target itu mengacu kepada target perolehan pajak nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi pada 2020 target kami sekitar Rp3 triliun," jelas Nugroho.
 
Pihaknya pun optimis target itu akan tercapai, karena Papua bakal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2020. "PON, baik dari sisi pembangunannya maupun pelaksanaannya, bisa meningkatkan pendapatan pajak. Sudah pasti akan ada efeknya," ungkap Nugroho.
 
KPP Jayapura akan meningkatkan peran relawan pajak yang berasal dari mahasiswa. Para relawan itu bertugas membantu menyosialisasikan cara membuat surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak.
 
"Di 2020, jumlah relawan ditargetkan meningkat dua kali lipat dibanding 2019. Bulan ini kami sedang melakukan rekruitmen," beber Nugroho.
 
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meminta pemerintah kabupaten dan kota se Papua tegas dalam upaya penarikan pajak. Hal itu harus dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
 
"Soal pajak, pemerintah jangan terlalu memberikan ruang yang terlalu luas kepada setiap pegusaha. Kalau mereka tidak mau bayar, silahkan usahanya ditutup, karena masih banyak sumber pendapatan yang lain," kata Klemen.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif