NEWSTICKER
Banjir menggenangi pemukiman warga di Kota Tegal, Jawa Tengah. (Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Banjir menggenangi pemukiman warga di Kota Tegal, Jawa Tengah. (Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

21 Kelurahan di Kota Tegal Rawan Bencana Alam

Nasional antisipasi banjir penanggulangan bencana
Kuntoro Tayubi • 20 November 2019 13:07
Tegal: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal menyatakan 21 dari 33 Kelurahan di Kota Tegal, Jawa Tengah, rawan bencana. Sebanyak 18 kelurahan di antaranya teridentifikasi rawan banjir, seiring hujan turun tanda peralihan musim.
 
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Tegal Andri Yudi Setiawan mengatakan 21 kelurahan itu berada di Kecamatan Tegal Barat, Tegal Selatan, Tegal Timur dan Kecamatan Margadana. Selain hujan, genangan juga berpotensi datang dari luapan sungai termasuk naiknya permukaan air laut atau rob.
 
"Dari 21 kelurahan, 18 kelurahan rawan bencana banjir dan tiga kelurahan rawan bencana rob. Saat ini kami sedang bersiap menghadapi bencana alam di masa pancaroba ini." kata Andri, Rabu, 20 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andri mengaku sudah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi bencana di musim hujan. Di antaranya, monitoring berkala, cek serta apel peralatan dan personel hingga mendirikan posko siaga darurat bencana.
 
Ada empat posko siaga darurat bencana yang telah didirikan. Di antaranya posko induk di Kantor BPBD‎ Kota Tegal, posko pengendali di Jalan Cempaka, Kecamatan Tegal Timur. Kemudian posko lapangan di Kecamatan Margadana dan ‎posko lapangan di Kecamatan Tegal Barat‎.
 
"Kami telah mendirikan empat posko bencana. Posko siaga darurat bencana ini dioperasikan 24 jam," ungkapnya.
 
Selain mendirikan posko siaga darurat bencana, lanjut Andri, ‎BPBD juga sudah mengusulkan kepada wali kota untuk mengeluarkan surat keputusan (SK) penetapan status siaga darurat banjir selama tiga bulan mulai 1 Desember 2019 sampai 29 Februari 2020‎.
 
"Sudah kami ajukan ke wali kota pada saat rapat koordinasi siaga darurat bencana akhir bulan Oktober," tuturnya.
 
Terpisah, prakirawan cuaca Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal, Siti Nur Latifah, menyatakan, musim hujan di wilayah Kota Tegal dan sekitarnya diperkirakan terjadi pada pertengahan November.
 
"Pertengahan November‎ sudah mulai musim hujan tapi intensitasnya belum merata. Hujan merata perkiraannya Desember," ucap Nur.
 
Sedangkan puncak musim hujan, tiap wilayah di Jateng diperkirakan berbeda. Khusus di Kota Bahari, julukan Kota Tegal, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari 2020. ‎
 
"Kalau sekarang, wilayah Kota Tegal dan sekitarnya memasuki musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke hujan di mana kondisi cuaca tidak menentu. Bisa panas sekali namun bisa juga tiba-tiba hujan‎," kata dia.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif