Pemandangan laut di kawasan sekitar Pulau Belakangpadang tercemar limbah oli hitam.
Pemandangan laut di kawasan sekitar Pulau Belakangpadang tercemar limbah oli hitam.

Perairan Batam Tercemar Limbah Oli

Nasional pencemaran lingkungan
Anwar Sadat Guna • 18 November 2019 18:44
Batam: Perairan di Pulau Belakangpadang, Kota Batam, Provinsi Kepri tercemar oleh tumpahan limbah mengandung sludge oil atau limbah oli hitam. Akibatnya nelayan tidak bisa melaut dan tangkapan mereka jauh berkurang.
 
Laut yang tercemar limbah tersebut dikeluhkan warga Pulau Belakangpadang dan juga nelayan setempat. Limbah itu sudah dua hari ini mengotori laut sehingga mengganggu aktivitas nelayan dan warga pesisir.
 
"Aktivitas melaut kami jadi terganggu. Alat tangkap nelayan banyak terpapar limbah mengandung sludge oil," ujar Ardie, warga Belakangpadang. Limbah tersebut, kata dia, sejak kemarin mencemari laut. Dan pagi tadi masih terlihat di perairan Belakangpadang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nelayan tak banyak yang melaut karena laut tercemar. Kalau pun melaut, kata Ardie, hasil tangkapan bisa terpapar limbah. "Nelayan untuk sementara berhenti melaut," ujarnya.
 
Dampak dari pencemaran laut akibat limbah oli hitam tersebut, sambung Ardie, tangkapan nelayan jauh berkurang.
 
Ia menambahkan, perairan Belakangpadang bukan kali pertama ini tercemar limbah oli. Terlebih ketika memasuki musim angin utara. "Perairan sekitar sini jadi langganan," ujarnya.
 
Sekadar diketahui, perairan sekitar Belakangpadang merupakan jalur yang dilintasi kapal-kapal tanker. Perairan wilayah ini berbatasan langsung dengan Singapura.
 
Namun pencemaran laut kali ini, menurut Ardie, termasuk yang paling parah dan sangat merugikan. "Selain mencemari laut, limbah dari kapal tanker diduga oil hitam tersebut juga masuk sampai ke aliran sungai permukiman warga,” sesalnya.
 
Ardie dan masyarakat nelayan setempat berharap agar Pemerintah Kota Batam dapat bertindak dan menangani limbah yang mencemari laut tersebut. Karena telah merugikan nelayan.
 
Belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam terkait pencemaran di Belakangpadang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozi yang berusaha dikonfirmasi terkait pencemaran perairan Belakangpadang belum dapat memberikan keterangan.
 
Bahkan pesan singkat yang dikirimkan medcom.id via whatsapp juga belum direspons.
 
Beberapa orang staf DLH sempat turun ke lokasi dan mengambil sampel air laut yang tercemar sludge oil. Selain mengambil sampel, DLH Batam juga melakukan pemetaan. Namun sejauh ini belum diketahui hasilnya dan upaya dinas terkait menangani limbah tersebut.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif