Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Medcom.id/Rizky)
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Medcom.id/Rizky)

Eksodus Mahasiswa dari Papua Disebut karena Provokasi

Nasional Kerusuhan Manokwari
Roylinus Ratumakin • 01 Desember 2019 07:43
Jayapura: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut eksodus mahasiswa dari Papua lantaran provokasi. Kepulangan mahasiswa ke daerah asal dinilai masih berkaitan dengan kasus rasisme di Kota Malang dan Surabaya, Jawa Timur, tempo hari.
 
“Mahasiswa eksodus karena ada provokasi dari sini (Papua). Disuruh pulang, nah kita akan pulangkan mereka,” kata Mahfud, Sabtu, 30 November 2019.
 
Mahfud mengatakan pemerintah siap mengakomodasi andai para mahasiswa ingin kembali ke Tanah Cenderawasih. Namun atas niat sendiri, bukan karena alasan lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ya tergantung mereka mau pulang (ke Papua) apa tidak. Kita siap memfasilitasinya,” ujarnya.
 
Tujuan mengembalikan mahasiswa ke kampusnya, kata Mahfud, adalah demi kepentingan Papua itu sendiri. “Melanjutkan kuliah tidak hanya membuat mereka memiliki masa depan yang baik, tetapi juga bisa berdampak positif pada lingkungan sekitar,” katanya.
 
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw sebelumnya mengakui, pihaknya agak kesulitan untuk mendekati mahasiswa-mahasiswa yang meninggalkan kota studinya yang saat ini tersebar di beberapa daerah di Papua.
 
“Ada sekitar 307 mahasiswa yang ada di Jayapura yang bersedia kembali ke tempat studi,” ujarnya.
 
Menurut Waterpauw, mahasiswa tersebut cenderung menutup diri. Namun, hal tersebut karena ada campur tangan dari pihak luar yang tidak ingin situasi keamanan di Papua kondusif.
 
“Mereka baru kami data karena agak sulit mendata, mengingat ada pihak lain yang mengintervensi dan menghambat (mahasiswa) agar tidak pulang,” ujar Waterpauw.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif