medcom.id, Lembata: Lima ekor paus biru yang tergolong ke dalam hewan langka terdampar di laut dangkal Teluk Waienga, Lembata, Nusa Tenggara Timur sejak beberapa hari lalu. Sempat terdampar sejak beberapa hari lalu, salah satu paus berukuran paling kecil mati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Metrotvnews.com, hingga saat ini seluruh kelompok yang berupaya melakukan penyelamatan terus berkoordinasi untuk menggiring ikan keluar dari teluk Waienga. Paus yang mati berukuran sekitar 21 meter. Sedangkan empat ekor lainnya beukuran lebih besar, sekitar 35 meter.
Lima ekor paus tersebut terdampar sekitar sepekan yang lalu. Tim penyelamat yanmg tergabung dari berbagai instasi dan lembaga sempat berhasil menggiring dua ekor paus ke laut yang lebih dalam saat proses penyelamatan. Namun saat paus berukuran kecil mati, paus-paus yang berhasil digiring keluar justru kembali masuk ke laut dangkal dan kembali terperangkap.
Berbagai instansi seperti Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar dan Angkatan Laut menurunkan anggotanya untuk melakukan evakuasi.
Beberapa lembaga non-pemerintah (LSM) seperti World Wildlife Funds (WWF), Jakarta Animal Aid Network (JAAN), dan PA GEMPITA juga bekerja keras melakukan penyelamatan. Ppenduduk sekitar juga turut membantu proses evakuasi paus selama beberapa hari ke belakang.
Paus Biru adalah jenis hewan yang masuk kelompok hewan langka karena jumlahnya diperkirakan tidak lebih dari seribu ekor di seluruh dunia. Hewan dengan nama latin Balaenoptera musculus ini bisa tumbuh mencapai sepanjang 33 meter dengan bobot 150 ton.
medcom.id, Lembata: Lima ekor paus biru yang tergolong ke dalam hewan langka terdampar di laut dangkal Teluk Waienga, Lembata, Nusa Tenggara Timur sejak beberapa hari lalu. Sempat terdampar sejak beberapa hari lalu, salah satu paus berukuran paling kecil mati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Metrotvnews.com, hingga saat ini seluruh kelompok yang berupaya melakukan penyelamatan terus berkoordinasi untuk menggiring ikan keluar dari teluk Waienga. Paus yang mati berukuran sekitar 21 meter. Sedangkan empat ekor lainnya beukuran lebih besar, sekitar 35 meter.
Lima ekor paus tersebut terdampar sekitar sepekan yang lalu. Tim penyelamat yanmg tergabung dari berbagai instasi dan lembaga sempat berhasil menggiring dua ekor paus ke laut yang lebih dalam saat proses penyelamatan. Namun saat paus berukuran kecil mati, paus-paus yang berhasil digiring keluar justru kembali masuk ke laut dangkal dan kembali terperangkap.
Berbagai instansi seperti Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar dan Angkatan Laut menurunkan anggotanya untuk melakukan evakuasi.
Beberapa lembaga non-pemerintah (LSM) seperti World Wildlife Funds (WWF), Jakarta Animal Aid Network (JAAN), dan PA GEMPITA juga bekerja keras melakukan penyelamatan. Ppenduduk sekitar juga turut membantu proses evakuasi paus selama beberapa hari ke belakang.
Paus Biru adalah jenis hewan yang masuk kelompok hewan langka karena jumlahnya diperkirakan tidak lebih dari seribu ekor di seluruh dunia. Hewan dengan nama latin Balaenoptera musculus ini bisa tumbuh mencapai sepanjang 33 meter dengan bobot 150 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)