ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Pemkab Parigi Alirkan Air Bersih Usai Banjir Susulan di Torue

Antara • 16 Agustus 2022 16:03
Sulteng: Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pascabanjir susulan menerjang Desa Torue.
 
"Warga butuh air bersih, karena sebagian pipa sistem penyediaan air minum (SPAM) sambungan rumah tangga di desa itu rusak diterjang banjir susulan," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai, Selasa, 16 Agustus 2022.
 
Pemkab Parigi Moutong mengoperasikan satu mobil tanki air milik Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Pertanahan (UPRP) untuk menyuplai air bersih bagi warga terdampak bencana. Bantuan air bersih selain untuk kebutuhan memasak, digunakan warga membersihkan rumah mereka dari lumpur.
 
"Mobil tanki bantuan BPBD Sulteng sudah dikembalikan sepekan setelah banjir bandang di Torue. Pemenuhan air bersih saat ini hanya melibatkan satu unit kendaraan dan dinilai cukup untuk memasok air, ada sambungan pipa di sejumlah rumah warga tidak rusak," ujar Rivai.
 
Hingga hari kedua setelah banjir susulan, pemda dibantu relawan masih bergelut dengan kegiatan penanganan material lumpur di rumah warga. Selain itu, BPBD mengaktifkan kembali dapur umum guna memenuhi kebutuhan makanan siap saji kepada korban banjir.
 
Baca: 7 Kecamatan di Lombok Timur Alami Kekeringan

"Sejak malam pertama pascabanjir susulan, kami menyediakan makanan siap saji untuk warga melalui dapur umum, dan pendistribusian dibantu relawan Tagana dan tim reaksi cepat BPBD setempat," ujar dia.
 
Pemkab Parigi Moutong juga mengerahkan satu mobil pemadam kebakaran untuk membantu pembersihan rumah warga, jalan, dan fasilitas umum lainnya dari sisa material banjir. Saat ini, kurang lebih 80 warga Torue mengungsi ke dua posko pengungsian, yakni kantor desa dan tenda darurat milik Dinas Sosial.
 
"Relawan yang masuk saat ini dari mahasiswa kedokteran Universitas Tadulako Palu. Relawan yang membantu kegiatan tanggap darurat sebelumnya sudah menarik diri lokasi bencana karena sejumlah kegiatan telah selesai dilakukan sebelum terjadi banjir susulan," ucap Rivai.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif