Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Foto: BPMI Setpres.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Foto: BPMI Setpres.

Larang Ekspor Bauksit, Jokowi Disebut Berhasil Tanamkan Fondasi Ekonomi yang Kuat

Al Abrar • 15 Januari 2023 16:59
Jakarta: Upaya Presiden Joko Widodo melawan gugatan Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait pelarangan ekspor bijih nikel didukung. Usaha itu dilakukan agar lebih fokus melakukan hilirisasi sebelum dilakukan ekspor.
 
Presiden Jokowi menegaskan kepada para menterinya meski kalah dalam gugatan, namun upaya banding dan upaya lainnya terus dilakukan demi peradaban yang lebih besar bagi Indonesia.
 
"Pada prinsipnya kami sebagai loyalis Presiden Jokowi tentu sangat mendukung keputusan Presiden Jokowi tersebut apalagi ini untuk kebaikan negara. Toh terbukti kita stop nikel kenaikan pendapatan negara ratusan kali lipat dari sebelum sebelumnya," ujar Sekjen Kornas-Jokowi Akhrom Saleh, Minggu, 15 Januari 2023. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak gentar ancaman Eropa, Presiden Jokowi juga akan melakukan hal yang sama terhadap bauksit, berencana melakukan penyetopan pada Juni 2023 mendatang. Akhrom menilai potensi keuntungan dari penyetopan bauksit juga diprediksi akan menguntungkan Indonesia berkali kali lipat.
 
"Artinya stop ekspor bauksit ini, bisa saja ke depannya bernasib sama dengan Nikel yang mengalami kenaikan yang signifikan. Maka dari itu, selagi ini kepentingan bangsa dan negara, tentu kita sangat mendukung keputusan Presiden Jokowi tersebut yang memang sangat menguntungkan Indonesia, khususnya dari sektor tambang," ucapnya.
 
Selain itu, Akhrom berharap ketegasan dan keberanian Presiden Jokowi dapat ditiru atau diteruskan kebijakan tersebut oleh presiden selanjutnya. Bukan hanya melanjutkan kebijakan hilirisasi tetapi juga melanjutkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur dan program-program lainnya.
 
"Demikian juga kita berharap kepada pengganti Presiden Jokowi kelak, program program pemerintahan Jokowi yang baik tentu harus dilanjutkan, seperti IKN dan sebagainya," ungkapnya.
 
"Oleh karenanya, jadi persoalan ‘serius’ bila pengganti Presiden Jokowi nanti tidak melanjutkan program yang bagus bagi bangsa dan negara tersebut," imbuhnya.
 
Akhrom berpendapat Presiden Jokowi telah berhasil menanamkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan, tugas pemimpin selanjutnya kata Akhrom tinggal melanjutkannya.
 
"Sebab, Presiden Jokowi sudah menanamkan pondasi yang kokoh khususnya pondasi ekonomi untuk menuju Indonesia Emas," tuntas Akhrom.
 
Sebelum nya, Presiden Jokowi menegaskan kepada para pembantu nya di kabinet untuk tidak mundur khususnya kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
 
"Saya sampaikan kepada Ibu Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi) untuk jangan mundur. Karena ini lah yang menjadi lompatan besar peradaban besar saya meyakini itu, terus banding kita banding," tegas Presiden Jokowi.
 
"Kalau banding nanti kalah saya enggak tau ada upaya apa lagi yang kita lakukan. Tapi itu lah sebuah perdagangan yang kadang menekan sebuah negara agar mereka ikut aturan main yang dibuat negara besar. Sehingga kalo kita ekspornya kirimnya bahan mentah sampai kiamat kita hanya menjadi negara berkembang,'' sambungnya.
 
Presiden Jokowi menegaskan kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan dan dinikmati sebesar-besarnya oleh rakyat Indonesia.
 
"Ini supaya kita tidak bisa didikte dan tidak menggantungkan diri pada negara manapun ini lah yang ingin kita lakukan berdikari. Kita gak boleh mundur gak boleh takut karena kekayaan alam ada di Indonesia ini kedaulatan kita ingin dinikmati rakyat Indonesia," tegas Jokowi.
 
(ALB)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif