Surabaya: Satria, 11, warga Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, meregang nyawa saat akan menuruni sungai untuk mencari ikan di Jalan Sewedi dekat pintu air Tambak Wedi, Surabaya, Rabu, 19 Januari 2022. Ia tewas karena tersetrum lantaran memegang kabel yang teruntai saat turun ke sungai.
Kanit Reskrim Polsek Kenjeran, AKP Suryadi, menjelaskan dari keterangan saksi, saat itu korban bersama temannya bermain mencari ikan. Saat hendak turun, ia menuruni sungao dengan berpegangan pada kabel yang ternyata dialiri listrik.
“Keterangan saksi ada kabel terjuntai yang dijadikan pegangan untuk turun. Sehingga ia langsung tersengat listrik,” ujar Suryadi, melansir Clicks.id, Kamis, 20 Januari 2022.
Baca: Petani di Gresik Tewas Tersetrum Jebakan Tikus
Warga yang melihat lantas berusaha menolong dengan melepaskan pegangan tangan ke kabel menggunakan ranting pohon. Namun, usaha warga sia-sia dan memutuskan untuk tidak mendekat.
“Sudah lemas, lalu terlepas. Saksi langsung melapor ke polsek,” imbuh Suryadi.
Usai dievakuasi, pihak keluarga tidak berkenan jenazah anaknya diperiksa. Sehingga pihak kepolisian meminta keluarga membuat surat pernyataan bahwa meninggalkan korban murni kecelakaan.
Surabaya: Satria, 11, warga Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, meregang nyawa saat akan menuruni sungai untuk mencari ikan di Jalan Sewedi dekat pintu air Tambak Wedi, Surabaya, Rabu, 19 Januari 2022. Ia tewas karena
tersetrum lantaran memegang kabel yang teruntai saat turun ke sungai.
Kanit Reskrim Polsek Kenjeran, AKP Suryadi, menjelaskan dari keterangan saksi, saat itu korban bersama temannya bermain mencari ikan. Saat hendak turun, ia menuruni sungao dengan berpegangan pada kabel yang ternyata dialiri listrik.
“Keterangan saksi ada kabel terjuntai yang dijadikan pegangan untuk turun. Sehingga ia langsung tersengat listrik,” ujar Suryadi, melansir Clicks.id, Kamis, 20 Januari 2022.
Baca: Petani di Gresik Tewas Tersetrum Jebakan Tikus
Warga yang melihat lantas berusaha menolong dengan melepaskan pegangan tangan ke kabel menggunakan ranting pohon. Namun, usaha warga sia-sia dan memutuskan untuk tidak mendekat.
“Sudah lemas, lalu terlepas. Saksi langsung melapor ke polsek,” imbuh Suryadi.
Usai dievakuasi, pihak keluarga tidak berkenan jenazah anaknya diperiksa. Sehingga pihak kepolisian meminta keluarga membuat surat pernyataan bahwa meninggalkan korban murni kecelakaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)