ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi Impor Bawang Putih

Amaluddin • 04 Juli 2022 12:56
Surabaya: Forum Komunikasi Pengusaha dan Pedagang Pangan (FKP3) mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti laporan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) tentang dugaan korupsi impor bawang putih. FKP3 berharap KPK mengusut tuntas kasus tersebut.
 
"Oleh karena itu harus kita kawal dan dukung KPK agar dugaan kasus itu segera terungkap," kata Sekretaris FKP3, Umar Ansori, Senin, 4 Juli 2022.
 
Umar menyebut dugaan praktik menarik fee dalam impor bawang putih oleh oknum tertentu menjadi tugas berat penegak hukum. Menurutnya, masalah impor bawang putih sudah terjadi sejak 2017, pada saat pemerintah memberlakukan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dan Surat Persetujuan Impor (SPI).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi dari hulunya bawang putih ini sudah bermasalah," ujarnya.
 
Umar mengatakan sebelumnya MAKI pernah melaporkan dugaan korupsi impor bawang putih ke KPK dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). "Dugaan modus menarik atau menyetor fee tiap kilogram oleh oknum lembaga pemerintah atau swasta," tutur dia.
 
Umar membeberkan pada Tahun 2019, KPK menangkap tangan INY, anggota Komisi VI DPR RI, dan pihak swasta terkait praktik korupsi impor bawang putih.
 
"Selain menyetor fee, dugaan praktik tidak sehat dalam proses izin impor bawang putih terjadi dengan cara jual beli kuota antara perusahaan dengan swasta. Sehingga dugaan praktik itu dapat merugikan masyarakat dan negara, karena harga menjadi lebih mahal dan berimbas pada naiknya inflasi," ungkapnya.
 
Baca: Jelang Iduladha, Harga Bawang Merah di Jatim Meroket

Pada bulan Juni 2022, inflasi mencapai 4,35 persen, tertinggi sejak Tahun 2017. Melonjaknya inflasi ini disebabkan gejolak pasar dari komoditas pangan, sayur-sayuran, cabe, dan bawang.
 
Umar berharap pemerintah untuk tidak mendistorsi laporan MAKI tersebut, agar tidak menghambat proses izin importasi dan distribusi bawang putih.
 
"Tujuannya agar dapat menekan laju inflasi dari komoditas pangan dan gejolak pasar. Karena harga bawang putih sudah mulai merangkak naik," ujarnya.
 
Disinggung soal harga bawang putih, Umar menyampaikan, saat ini harga bawang putih sudah mencapai Rp13 sampai Rp14 ribu per kilogran di tingkat importir.
 
"Harapannya izin kuota impor dibebaskan, tapi dengan tarif sebagai pemasukan kepada negara. Dan ini tidak melanggar undang-undang dan Word Trad Organisasi (WTO)," kata Umar.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif