Antrean kendaraan di Jalur Nagrek, Kabupaten Bandung, saat arus mudik Lebaran 2022. (ANTARA/Novrian Arbi)
Antrean kendaraan di Jalur Nagrek, Kabupaten Bandung, saat arus mudik Lebaran 2022. (ANTARA/Novrian Arbi)

Dishub Jabar Evaluasi Lalu Lintas Mudik Lebaran dan Libur Panjang

Media Indonesia.com • 25 Mei 2022 10:15
Bandung: Dinas Perhubungan Jawa Barat akan mengevaluasi arus kendaraan terutama pada mudik Lebaran dan libur panjang lainnya. Sebagai daerah tujuan dan perlintasan mudik, lalu-lintas transportasi di provinsi ini sering terjadi kemacetan.
 
Kepala Bidang Lalu lintas Jalan Dinas Perhubungan Jawa Barat, Agus Pribadi, mengakui pada mudik Lebaran 2022 masih terjadi kemacetan luar biasa di wilayahnya. Ini dikarenakan semakin banyaknya kendaraan yang melintas terutama dari barat menuju timur.
 
"Salah satunya karena sudah dua tahun tidak mudik, sekarang orang-orang jadi mudik," katanya, saat evaluasi penanganan mudik Lebaran 2022, di Gedung Sate, Bandung, Selasa, 24 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, perlu manajemen waktu yang lebih baik agar pemudik lebih terbagi, sehingga tidak mengakibatkan tumpukan kendaraan. Meski tidak merinci angka pasti, dia menyebut tumpukan kendaraan dalam saat bersamaan pada Lebaran tahun ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. 
 
Baca juga: 732 Pendatang Musiman Datangi Tangsel
 
"Sarana dan prasarana tidak sebanding dengan lonjakan kendaraan," kata dia. 
Terlebih, dia menyebut di Jawa Barat memiliki banyak lokasi wisata yang menjadi tujuan masyarakat. Karena itu, jumlah pergerakan orang menjadi semakin bertambah. 
 
"Jadi perlu manajemen waktu. Apalagi kan tidak hanya menghadapi Lebaran, tapi juga libur panjang dan Natal," ujarnya.
 
Selain itu, menurutnya, saat ini jumlah warga yang menggunakan kendaraan umum terus berkurang. Ini terlihat dari menurunnya jumlah pemudik yang menggunakan transportasi umum. 
 
"Turunnya 24%," jelas Agus.
 
Kondisi ini pun, lanjut dia, berpengaruh terhadap upaya yang dilakukannya jelang momentum tahunan tersebut.
 
"Kami belum menambah jumlah kendaraan umum seperti bus. Jadi kami melakukan pengecekan layak jalan kendaraan," imbuhnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif