Ilustrasi Komodo. (MI/Palce)
Ilustrasi Komodo. (MI/Palce)

Mulai Agustus, Pengunjung Taman Nasional Komodo Dibatasi

MetroTV • 30 Juni 2022 15:10
Labuan Bajo: Taman Nasional Komodo merupakan salah satu kawasan konservasi yang termasuk dalam dalam Destinasi Wisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo. Penetapan DPSP Labuan Bajo Flores tidak terlepas dari keberadaan satwa komodo di Taman Nasional Komodo yang menjadi daya tarik wisatawan.
 
Oleh karena itu kelestariannya perlu dijaga, baik kelestarian ekosistem maupun kelestarian satwa itu sendiri. Salah satunya dari kunjungan wisata alam di Taman Nasional Komodo yang trend-nya cenderung meningkat.
 
"Perlu diatur jumlah maksimum yang dapat ditampung agar tidak berdampak pada kelestarian satwa komodo," ujar Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang, Kamis, 30 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tren kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo mengalami peningkatan signifikan akibat promosi intensif di media sosial. Meski berdampak pada peningkatan perekonomian, hal ini juga memberikan dampak terhadap perilaku komodo.
 
"Dari hasil kajian, secara ideal pengunjung ke pulau Komodo direkomendasikan sebanyak 219.000 wisatawan per tahun," jelasnya.
 
Baca: Populasi di Taman Nasional Komodo Terus Meningkat

"Nantinya tata kelola kunjungan wisatawan akan menggunakan sistem manajemen kunjungan yang terintegrasi berbasis reservasi online," tambahnya.
 
Awang menuturkan, komodo yang berada di area dengan aktivitas manusia tinggi/ekowisata secara signifikan menunjukan berkurangnya kewaspadaan dan cenderung adaptif dengan keberadaan manusia.
 
"Selain itu, Komodo yang berada di lokasi ekowisata cenderung memiliki bobot lebih besar, dimana hal ini bisa berdampak pada kerusakan ekosistem sekitarnya (kebutuhan pangan meningkat yaitu rusa)," tuturnya. 
 
Rencana tersebut akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2022 dan segera dilakukan sosialisasi serta uji coba. Dalam pemanfaatan kawasan khususnya wisata alam secara lestari/berkelanjutan, Balai TN Komodo selaku pemangku kawasan telah melakukan berbagai hal, antara lain peningkatan kapasitas SDM dalam pengelolaan biawak komodo bersama Yayasan KSP, manajemen perairan bersama mitra, pemantauan sarang bertelur penyu dan kalong, patroli pengamanan, pembentukan Masyarakat Peduli Api, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya. (Muhardi)
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif