Bantul: Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memprediksi akan terjadi kekurangan hewan kurban. Hal ini imbas penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan kebutuhan hewan kurban juga diperkirakan meningkat dari tahun sebelumnya. Tak heran dampak PMK membuat ketersediaan hewan kurban berkurang.
"Kebutuhan (hewan kurban) setidaknya sebanyak 7 ribu ekor," kata Abdul Halim di Bantul, Senin, 20 Juni 2022.
Ia mengatakan sebanyak 2 ribu ekor kurban dibutuhkan di setiap kecamatan. Setiap masjid membutuhkan tiga hingga empat ekor hewan kurban.
Baca: Wabah PMK di Kabupaten Bandung Tembus 4.188 Kasus
Pemkab Bantul memerlukan pasokan hewan kurban dari luar daerah. Pemenuhan hewan kurban dari luar daerah akan dilakukan agar kebutuhan terpenuhi.
"Total populasi ternak di Bantul sekitar 72 ribu tapi yang memenuhi kelayakan untuk kurban sekitar 7 ribu, bahkan tidak mencapai," ungkapnya.
Menurut dia, pembelian hewan kurban dari luar daerah akan dilakukan dengan hati-hati. Semua hewan yang masuk harus mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
"Syarat SKKH untuk hewan dari luar daerah harus terpenuhi. Kalau tidak sehat jangan masuk, nanti menular ke sapi yang lain," ujarnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan