Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto dan Dirjen PKTN, Veri Anggrijono mendatangi lokasi penggerebekan gula milik distributor PT Pasifik Artha Persada yang berada di gudang PT Kebon Agung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, 20 Mei 2020 /istimewa.
Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto dan Dirjen PKTN, Veri Anggrijono mendatangi lokasi penggerebekan gula milik distributor PT Pasifik Artha Persada yang berada di gudang PT Kebon Agung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, 20 Mei 2020 /istimewa.

Mendag Pastikan Tindak Tegas Distributor Nakal

Nasional gula
Daviq Umar Al Faruq • 20 Mei 2020 15:44
Malang: Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, menegaskan tidak akan mengendorkan pengawasan ke distributor gula. Dia memastikan menindak tegas distributor yang tidak terdaftar dan melanggar aturan.
 
"Kami tak segan mencabut izin usaha dan membawa kasus ini ke ranah hukum," kata Agus, di lokasi penggerebekan gula milik distributor PT Pasifik Artha Persada yang berada di gudang PT Kebon Agung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Agus menyesalkan tindakan pelaku usaha yang ingin mengeruk keuntungan besar. Terutama di tengah pandemi virus korona atau covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami minta oknum-oknum seperti ini segera dihentikan. Jangan pernah ada yang memanfatkan keadaan, dengan mengambil keuntungan di atas penderitaan rakyat," jelasnya.
 
Agus meminta masyarakat untuk melapor kepada Kementerian Perdagangan jika mendapati distributor nakal. Yakni yang menjual gula di atas harga wajar, dan menyebabkan kenaikan harga di tingkat konsumen.
 
"Prinsipnya konsumen jangan dirugikan," ucapnya.
 
Baca:Kemendag Bongkar Sindikat Distributor Permainan Harga Gula
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Dirjen PKTN) Kemendag, Veri Anggrijono, menjelaskan bakal terus mengawasi dan menindak segela bentuk pelanggaran. Pihaknya pun bakal memberikan sanksi tegas ke pelanggar.
 
"Distributor harus terdaftar di Kementerian Perdagangan sehingga lebih mudah dikontrol," ungkapnya
 
Dia menerangkan Satgas Pangan dapat membawa kasus ke ranah pidana. Dengan menjual di atas harga eceran tertinggi (HET), para produsen dan distributor telah menyebabkan kerugian pada masyarakat.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif