medcom.id, Banyuwangi: Kegagalan mencalonkan diri dalam pemilu legislatif tidak membuat ibu dua anak ini mengurung niatnya untuk mengabdi dan berbuat baik untuk masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur. Tharhami, caleg dari Partai Hanura, memilih mendirikan sekolah taman kanak-kanak gratis di kampungya setelah gagal dalam pemilu lalu.
Bertempat di wilayah Grobongan, Kelurahan Mandar, Tharhami mendirikan sekolah taman kanak-kanak gratis. TK yang jaraknya 100 meter dari rumah Tharhami itu dirikan bersamaan dengan proses pencalonan dirinya di Partai Hanura. Bangunan TK seluas 5x10 meter itu berada di tengah kampung yang penduduknya mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan tukang becak.
Kala ditemui pada Jumat (9/5/2014), Tharhami mengaku mendirikan TK gratis ini karena keprihatinannya terhadap mahalnya biaya pendidikan di Banyuwangi. Diketahui, biaya pendidikan untuk TK di Banyuwangi minimal Rp500 ribu untuk biaya masuk.
Kegagalan dalam pemilu legislatif lalu tidak membuat semangat Thartami surut untuk mengabdi kepada masyarakat. Menurutnya, pengabdian bagi Banyuwangi bukan hanya dengan menjadi anggota dewan, melainkan juga dengan membantu masyarakat secara langsung.
Menurut rencana, jumlah pendaftar TK Pecari sudah mencapai 18 anak yang rata-rata merupakan anak kurang mampu karena orang tuanya bekerja sebagai nelayan, tukang becak, dan buruh cuci.
medcom.id, Banyuwangi: Kegagalan mencalonkan diri dalam pemilu legislatif tidak membuat ibu dua anak ini mengurung niatnya untuk mengabdi dan berbuat baik untuk masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur. Tharhami, caleg dari Partai Hanura, memilih mendirikan sekolah taman kanak-kanak gratis di kampungya setelah gagal dalam pemilu lalu.
Bertempat di wilayah Grobongan, Kelurahan Mandar, Tharhami mendirikan sekolah taman kanak-kanak gratis. TK yang jaraknya 100 meter dari rumah Tharhami itu dirikan bersamaan dengan proses pencalonan dirinya di Partai Hanura. Bangunan TK seluas 5x10 meter itu berada di tengah kampung yang penduduknya mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan tukang becak.
Kala ditemui pada Jumat (9/5/2014), Tharhami mengaku mendirikan TK gratis ini karena keprihatinannya terhadap mahalnya biaya pendidikan di Banyuwangi. Diketahui, biaya pendidikan untuk TK di Banyuwangi minimal Rp500 ribu untuk biaya masuk.
Kegagalan dalam pemilu legislatif lalu tidak membuat semangat Thartami surut untuk mengabdi kepada masyarakat. Menurutnya, pengabdian bagi Banyuwangi bukan hanya dengan menjadi anggota dewan, melainkan juga dengan membantu masyarakat secara langsung.
Menurut rencana, jumlah pendaftar TK Pecari sudah mencapai 18 anak yang rata-rata merupakan anak kurang mampu karena orang tuanya bekerja sebagai nelayan, tukang becak, dan buruh cuci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)