Suasana pengungsian di Posko Pengungsian halaman rumah jabatan bupati Lembata. Foto: Alexander P. Taum.
Suasana pengungsian di Posko Pengungsian halaman rumah jabatan bupati Lembata. Foto: Alexander P. Taum.

Dua Desa di Lembata Masih Rawan Longsor

Antara • 17 Oktober 2017 14:54
medcom.id, Kupang: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMB) Geologi Bandung merekomendasikan, dua desa di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih rawan longsor. Kedua desa itu adalah Desa Lamagute dan Waimatan di Kecamatan Ile Ape Timur.
 
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengatakan, hal itu terkait alasan warga masih tetap bertahan di penampungan sementara, padahal sudah lebih dari sepekan ini sudah tidak ada lagi gempa.
 
"Kami menunggu hasil analisa tim dari BMKG dan PVMG Geologi Bandung untuk mengambil langkah, dan tim baru mengeluarkan rekomendasi yang menjelaskan tentang kondisi di lapangan," kata Thomas.

Baca: Lembata Masih Kerap Diguncang Gempa
 
Ketua Tim PVMB Geologi Bandun, Titis Praponco dalam keterangan terpisah mengatakan, warga boleh pulang, tetapi cukup untuk memberi makan ternak atau melihat tempat tinggal.
 
Setelah itu, warga diimbau kembali ke tempat penampungan, sebab kedua desa itu belum aman dari masalah batu longsor.
 
Ia menyebutkan, saat ini intensitas gempa tektonik telah berkurang. Aktivitas gunung api Lewotolok pun demikian. Karena itu, warga yang saat ini masih mengungsi, dibolehkan kembali ke desa masing-masing dan beraktivitas seperti biasa.
 
"Saat ini para pengungsi sudah bisa pulang ke rumah masing-masing, kecuali masyarakat Desa Lamagute dan Waimatan. Dua desa ini masih rawan oleh longsoran bebatuan," katanya.
 
Dia menambahkan warga Desa Lamawara juga boleh pulang, kecuali yang berdomisili di bawah kaki bukit di desa itu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan