Ilustrasi--Petugas melakukan pengisian mobil tangki bahan bakar minyak di filling shed di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina di Pontianak. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Ilustrasi--Petugas melakukan pengisian mobil tangki bahan bakar minyak di filling shed di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina di Pontianak. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Pertamina Mor V Jamin Pasokan Solar di Jatim Aman

Nasional kelangkaan bbm
Amaluddin • 19 November 2019 14:49
Surabaya: Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V mengklaim tidak ada kelangkaan solar di Jawa Timur. Yang terjadi adalah panic buying akibat persepsi keliru atas antrean solar di SPBU tertentu.
 
"Ada informasi yang beredar ke masyarakat sehingga terjadi panic buying. Salah satunya, informasi tentang kuota dan edaran BPH Migas. Memang sempat terjadi antrean di satu dua lokasi, sehingga masyarakat menganggap akan ada kelangkaan solar," kata General Manager Pertamina MOR V, Werry Prayogi, Selasa, 19 November 2019.
 
Werry mengatakan, Pertamina MOR V memang mencoba mengurangi sedikit demi sedikit pemberian kuota solar bersubsidi. Sebab kuota subsidi solar untuk beberapa wilayah di Jatim sudah berlebih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama Juli-Agustus 2019, suplai solar subsidi di Jawa Timur stabil di angka 216 ribu sampai 215 ribu kiloliter per hari dalam satu bulan.
 
"Oktober kemarin rata-rata 274 ribu kiloliter. Ini kondisinya sudah normal lagi, dan saya harap masyarakat tidak perlu khawatir. Saya jamin aman," katanya.
 
Werry mengaku pernah mengalami hal serupa saat bertugas di Sulawesi. Dia sering ditanya wartawan soal premium langka di SPBU tertentu. Saat itu memang terjadi antrean panjang.
 
"Tapi tidak bisa lantas disimpulkan langka. Sekarang antrean panjang itu terjadi karena apa? Jadi, SPBU itu waktu kami jual pertalite tidak menyesuaikan kapasitas tangkinya. Tangki dibagi dua, untuk premium dan pertalite," ujarnya.
 
Werry menyesalkan ada pemberitaan tentang kelangkaan solar. Padahal, kata dia, hanya terjadi antrean di SPBU titik tertentu seperti di SPBU Jalan Kalianak dan Wilangon Surabaya. Truk-truk mengantre karena panik, sehingga berupaya mengisi penuh tangki truk mereka.
 
"Biasanya beli 10 liter, belakangan beli sampai 15 liter. Sekarang sudah stabil, hanya saja recovery (akibat berita kelangkaan) butuh waktu satu sampai tiga hari. Karena banyak teman-teman sopir yang trauma, masih tidak percaya. Tapi kalau terbukti ada minyak yang datang, ya sudah tidak ada masalah," kata Werry.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif