Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Psikologis Anak yang Dipaksa Mengemis Membaik

Nasional eksploitasi anak
Muhammad Syawaluddin • 12 Desember 2019 19:09
Makassar:Kejiwaan anak perempuan yang menjadi korban ekploitasi ibu kandungnya, SR, 9, mulai pulih. Anak tersebut telah kembali bersekolah.
 
"Kalau anak pengemis itu sekarang kondisi traumanya sudah pelan-pelan pulih, menghampiri 100 persen," kata, Ketua Tim Reaksi Cepat (TSC) P2TP2A, Makmur, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 12 Desember 2019.
 
Makmur menjelaskan anak yang masih duduk dibangku kelas tiga sekolah dasar itu mulai bersekolah. Pihaknya masih mengawasi SR dan tinggal di rumah aman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau sudah pulih 100 persen kita kembalikan ke orang tuanya, tapi tetap didampingi psikolog," jelasnya.
 
Psikolog P2TP2A, Haeriyah, mengatakan kondisi SR belum pulih sepenuhnya karena mengalami tekanan dari orang tuanya. Dia menyakini orang tua SR mendoktrin anaknya agar mau bekerja sejak usianya dianggap bisa menghasilkan uang.
 
"Dia berusaha menjaga kestabilan emosinya supaya bisa tetap tahan banting atau kuat. Dalam bahasa psikologinya, ekspresi emosinya itu dia buang jauh-jauh," katanya.
 
Dia mengungkap SR kerap diam dan tidak memiliki ekspresi saat dibawa ke ke P2TP2A, pada3 Desember 2019. Tekanan itu membuat anak harus pasrah.
 
"Makanya saat baru tiba disini (P2TP2A), dia tidak pernah mengeluh, dia tidak pernah senyum, dia berusaha menerima semuanya," imbuhnya.
 
Anak yang semestinya, menikmati pendidikan dan bermain. Sedangkan SR harus bekerja banting tulang karena dipaksa oleh ibu kandungnya dengan target penghasilan Rp40 ribu sampai Rp100 ribu per hari.
 
Sepanjang perawatan SR diajarkan tentang keluarga. Di antaranya bagaimana orang tua seharusnya, jam tidur maupun bermain dan bersosialisasi dengan teman.
 
"Kami ajarkan bahwa ini loh keluaraga, yang namanya keluarga begini loh. ada bapak ada ibu. Jam sekian tidur, jam sekian mandi, kemudian aktifitas lainnya layaknya anak-anak pada umumnya,” jelasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif