Ilustrasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Minggu, 8 Desember 2019. Antonio/Medcom.id
Ilustrasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Minggu, 8 Desember 2019. Antonio/Medcom.id

Kecepatan Maksimal di Tol Layang Japek 60 Km/Jam

Nasional infrastruktur jalan tol jalan layang
Antonio • 09 Desember 2019 14:47
Bekasi: Kecepatan kendaraan yang melintas di Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek (elevated) dibatasi 60 Km/jam. Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau persiapan Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek di Bekasi, Minggu, 8 Desember 2019.
 
"Nah kita memang membatasi kecepatan dengan 60 km per jam karena ini baru, terus kita juga akan lebih hati-hati," kata Budi.
 
Dia menyatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Korlantas Polri agar menempatkan petugas kepolisian untuk mengamati kecepatan kendaraan yang melintas setiap empat kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kalau mereka lebih berarti akan ada satu tindakan," ujarnya.
 
Di tempat yang sama, Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Istiono menyampaikan, petugas akan berjaga di putaran balik atau u turn yang ada di jalan tol yang membentang 38 km ini.
 
"Kita standby kan di sana. Dan memberikan warning pada pengguna jalan tentang batas kecepatan dengan mengingatkan kepada mereka semua untuk keselamatan mereka," ujarnya.
 
Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani menambahkan, Jakarta-Cikampek eleveted ini terdiri dari jalur A ke arah timur dan jalur B ke arah barat. Kendaraan yang melintas dengan kecepatan 60 km/jam diperkirakan akan memakan waktu 45 menit dengan jarak 38 km.
 
Untuk menindak pengendara yang melebihi kecepatan, jalan tol itu dilengkapi dengan smart CCTV. "Untuk ETLE atau E-tilang. Jadi nanti over speed atau lain lain bisa langsung terkendalikan," tambahnya.
 
Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sugiyartanto mengatakan, jalan tol layang itu merupakan salah satu solusi kemacetan untuk kendaraan golongan satu non bus.
 
Dia berharap, saat jalan itu dibuka tidak ada pengendara yang menguji coba kecepatan kendaraannya untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.
 
"Maka kita mulai dari sosialisasi dengan kecepatan 60-70, bertahap nanti sampai suatu saat kalau sudah sempurna sudah lengkap kembali ke desain speed, ke desain rencana," ujarnya.
 
Sebelumnya, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek mulai dibuka 20 Desember 2019. Karena, tanggal tersebut diprediksi menjadi puncak arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
 
Pengendara yang melintasi jalan tol tersebut tidak dikenakan biaya saat momen Nataru.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif