Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Alamsyah memberikan kuliah umum tentang Ratu Kalinyamat kepada ratusan mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Selasa, 23 Juli 2019. Medcom.id/ Rhobi Shani.
Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Alamsyah memberikan kuliah umum tentang Ratu Kalinyamat kepada ratusan mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Selasa, 23 Juli 2019. Medcom.id/ Rhobi Shani.

Ratusan Mahasiwa Unisnu Dapat Kuliah Umum Ratu Kalinyamat

Nasional pahlawan
Rhobi Shani • 23 Juli 2019 14:26
Jepara: Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Alamsyah memberikan kuliah umum tentang Ratu Kalinyamat kepada ratusan mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara.
 
Alamsyah mengatakan sebagai tokoh regional, Ratu Kalinyamat merupakan putri dari penguasa kerajaan Islam pertama di Jawa, Demak. Sebagai tokoh nasional, perjuangan istri Sultan Hadiri tidak hanya untuk masyarakat Jepara, tapi juga membangun hubungan dengan Aceh, Johor, dan Hitu Maluku dalam melawan Portugis.
 
"Rati Kalinyamat juga memiliki peran penting dalam sejumlah bidang. Seperti politik, ekonomi, seni budaya, hubungan dengan pihak luar," kata Alamsyah usai memberikan kuliah umum yang digagas Yayasan Darma Bhakti Lestari bersama Unisnu Jepara, Selasa, 23 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alamsyah menjelaskan di bidang politik peran Ratu Kalinyamat dapat dilihat dari ekspedisi militer yang dilakukannya ke Malaka sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1551 dan 1574. Itu atas permintaan Raja Johor pada tahun 1550. Ratu Kalinyamat mengirimkan 200 armada laut sebanyak 40 kapal dari Jepara.
 
"Di bidang ekonomi, Jepara dibawah pemerintahan Ratu Kalinyamat semakin berkembang sebagai bandar perdagangan dan pelayaran. Dalam bidang seni budaya, peran penting Ratu Kalinyamat adalah dalam menyebarkan agama Islam. Lalu dalam bidang hubungan luar negeri, Jepara telah melakukan hubungan dengan Maluku, Lawai, Tanungpura, Ambon, Aceh, Malaka, Johor, Banten, dan Cirebon," jelas Alamsyah.
 
Sementara Ketua Tim Kajian Ratu Kalinyamat Yayasan Darma Bhakti Lestari, Ratno Lukito mengatakan kami hadir di Jepara sejak beberapa bulan yang lalu. Itu lantaran, Yayasan Darma Bhakti Lestari bersama-sama masyarakat Kota Ukir tengah mengajukan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat kepada pemerintah.
 
"Mengajukan tokoh kita, Ratu Kalinyamat. Untuk mengajukan menjadi pahlawan nasional. Bersama-sama Unisnu memajukan dan menyempurnakan pengajuan Ratu Kalinyamat kepada pemerintah. Kalau berhasil, Jepara akan mempunyai dua pahlawan putri nasional. Yaitu Ratu Kalinyamat dan RA Kartini," ungkap Ratno.
 
Kajian-kajian akademik tentang Ratu Kalinyamat akan digalakan. Itu sebabnya Yayasan Darma Bhakti Lestari bersama Unisnu mendirikan pusat kajian Ratu Kalinyamat.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif