Warga Arab Saudi jadi tersangka pembunuhan istri sirinya di Cianjur, Jawa Barat. Foto: Dok/Metro TV
Warga Arab Saudi jadi tersangka pembunuhan istri sirinya di Cianjur, Jawa Barat. Foto: Dok/Metro TV

Metro Siang

Kedubes Arab Saudi Siap Dampingi Warga Negaranya yang Bunuh Istri Sirinya di Cianjur

MetroTV • 26 November 2021 17:45
Cianjur: Kedutaan Besar Arab Saudi dikatakan tengah dalam perjalanan ke Polres Cianjur untuk melakukan pendampingan hukum terhadap warga negaranya yang menjadi tersangka kasus tindak pidana penganiayaan berat. WNA Arab Saudi berinisial AI diduga melakukan pembunuhan berencana kepada istrinya hingga tewas.
 
"Kedutaan Besar Arab Saudi sedang dalam perjalanan menuju ke Polres Cianjur untuk melakukan pendampingan hukum kepada tersangka," ujar Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan dalam program Metro Siang di Metro TV, Jumat, 26 November 2021.
 
Polres Cianjur sampai saat ini telah memeriksa delapan orang saksi. Salah seorang saksi yang juga ibu dari korban mengatakan, korban kerap menerima kekerasan dari pelaku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut diketahui dari pernyataan korban yang sempat memberitahu sang ibu sebelum meninggal. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tali dan lakban yang digunakan untuk menyekap korban.
 
“Jadi ada kekerasan, penganiayaan, pemukulan, sampai dengan penyiraman air keras, termasuk juga memasukkan air keras ke dalam mulut korban dan ditutup lakban,” kata Doni.
 
Berdasarkan hasil olah TKP, barang bukti yang ditemukan, dan juga pemeriksaan terhadap saksi ditarik kesimpulan sementara bahwa pelaku merencanakan aksi penganiayaan terhadap korban. Hal ini terbukti dari korban yang memesan air keras secara online satu bulan sebelum kejadian.
 
Pelaku dan korban menikah siri pada 7 Oktober 2021. Pelaku diketahui memalsukan identitas dirinya saat menikah dengan mengubah tahun kelahirannya yaitu dari 1973 menjadi 1993.
 
Pelaku berstatus warga negara Arab Saudi dengan izin tinggal sementara di Indonesia. Doni mengatakan masih belum mengetahui terkait proses hukum yang akan dilakukan di Indonesia atau Arab Saudi.
 
“Belum ada pembicaraan apakah akan dialihkan atau dilimpahkan kepada negara Arab Saudi. Kita upayakan penyelidikan dan pelaksanaan proses hukum dilakukan di Indonesia,” ucap Doni.
 
Pelaku akan dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Juncto Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukumannya mulai dari pidana seumur hidup sampai dengan pidana mati. (Widya Finola Ifani Putri)
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif