Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin bersama Kabid Humas Polda Sulsel, Komhes Pol Dicky Sondani, saat merilis pengungkapan kasus bom ikan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 4 April 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin bersama Kabid Humas Polda Sulsel, Komhes Pol Dicky Sondani, saat merilis pengungkapan kasus bom ikan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 4 April 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin

Polisi Ringkus Nelayan Bom Ikan di Sulsel

Nasional nelayan ilegal bom kemaritiman
Muhammad Syawaluddin • 04 April 2019 22:24
Makassar: Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap, Rida, 21, nelayan pengguna bom ikan di Perairan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pelaku diringkus bersama puluhan botol dan jeriken amonium nitrat.
 
"Kita tangkap pelaku bersama seluruh barang buktinya, seteleh kami lakukan penyelidikan," kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin, di Kantor Ditpolair Polda Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 4 April 2019.
 
Penggunaan dan pembuatan bom ikan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menyebut penangkapan ikan dengan bom sering terjadi di Perairan Bajoe, Kabupaten Bone. Rida digelanang petugas pada Minggu, 31 Maret 2019 setelah pihak kepolisian air menurunkan penyelidik beberapa hari di Perairan Bajoe.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Barang bukti yang ikut diamankan bersama tersangka berupa 34 botol bahan peledak siap pakai. Setelah beberapa saat melakukan penyisiran, petugas kembali menemukan 28 jeriken berisi amonium nitrat dan dua botol plastik TNT.
 
"Setelah dilakukan pemeriksaan di dalam kapal, kami menemukan bahan peledak siap pakai yang rencananya digunakan menangkap ikan," jelasnya.
 
Rida mengaku nekat merusak ekosistem laut dan membahayakan nyawanya karena ingin mendapatkan tangkapan yang banyak tanpa harus menunggu lama. Jika dibandingkan dengan menggunakan alat tradisional, pengeboman ikan lebih menggiurkan,
 
Pria yang sehari-harinya hidup dari menangkap ikan tersebut sudah cukup lama menggunakan bom ikan. Bahan-bahan kimia itu didapatnya melalui toko-toko kelengkapan kimiawi yang ada di sejumlah daerah.
 
Saat ini, pihak kepolisian menambah pengawasan terkait penyebarluasan bahan kimia berbahaya yang beredar di masyarakat.
 
Tersangka diamankan di Mako Dipolair Polda Sulsel. Tersangka dijerat Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Penguasaan Bahan Peledak dan Pasal 85 Undang-undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif