medcom.id, Jakarta: Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo bertemu perwakilan Asia Development Bank (ADB) Thomas K Dressen di Jakarta, Minggu 20 Maret. Pertemuan dilakukan dalam rangka efisiensi pembiayaan penerangan jalan umum.
"Concern saya dengan Pak Tom sama, bagaimana pembiayaan penerangan jalan umum itu transparan dan fair. Di situ ada masalah efisiensi anggaran dan lingkungan," kata Yoyok di Jakarta, Minggu (20/3/2016).
Menurut Yoyok, selama ini PLN menerapkan tarif bulanan tanpa pengukuruan jelas. Ini pula yang mendorong Yoyok mempelajari berbagai sistem di kota-kota seluruh dunia.
Dari Tom, Yoyok mendapat penjelasan soal smart system berbasis sistem terbuka dalam mengelola penerangan jalan umum. Yoyok juga membahas studi kasus pengelolaan lampu cerdas di berbagai kota di dunia bersama Ivan Ostan dari Ostan Group.
Pada akhirnya, Yoyok mulai menjajaki kemungkinan pembangunan pabrik lampu LED di Kabupaten Batang, agar dampak ekonomis dari program ini terasa.
"Jadi manfaatnya buat rakyat Batang ada dua. Pertama, efisiensi, sehingga APBD bisa dialokasikan ke sektor atau kebutuhan lain. Lalu, kedua, ada industri baru yang akan menggerakkan ekonomi Batang," ujar purnawirawan Mayor TNI AD ini.
Yoyok menyadari membangun industri manufaktur seperti pabrik LED bukan perkara mudah. Tapi kini Kabupaten Batang telah memiliki Rencana Tata Ruang Wilyah. Plot-plotnya pun sudah jelas.
"Mana yang untuk industri, mana yang untuk pertanian dan mana yang kita pertahankan untuk lingkungan. Dari plot itu kita bisa manfaatkan. Mungkin awalnya skala kecil dulu, atau jadi pemasok salah satu komponen dulu, karena pabrik LED kan membutuhkan teknologi. Baru setelah itu kita kembangkan," ujar dia.
medcom.id, Jakarta: Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo bertemu perwakilan Asia Development Bank (ADB) Thomas K Dressen di Jakarta, Minggu 20 Maret. Pertemuan dilakukan dalam rangka efisiensi pembiayaan penerangan jalan umum.
"Concern saya dengan Pak Tom sama, bagaimana pembiayaan penerangan jalan umum itu transparan dan fair. Di situ ada masalah efisiensi anggaran dan lingkungan," kata Yoyok di Jakarta, Minggu (20/3/2016).
Menurut Yoyok, selama ini PLN menerapkan tarif bulanan tanpa pengukuruan jelas. Ini pula yang mendorong Yoyok mempelajari berbagai sistem di kota-kota seluruh dunia.
Dari Tom, Yoyok mendapat penjelasan soal
smart system berbasis sistem terbuka dalam mengelola penerangan jalan umum. Yoyok juga membahas studi kasus pengelolaan lampu cerdas di berbagai kota di dunia bersama Ivan Ostan dari Ostan Group.
Pada akhirnya, Yoyok mulai menjajaki kemungkinan pembangunan pabrik lampu LED di Kabupaten Batang, agar dampak ekonomis dari program ini terasa.
"Jadi manfaatnya buat rakyat Batang ada dua. Pertama, efisiensi, sehingga APBD bisa dialokasikan ke sektor atau kebutuhan lain. Lalu, kedua, ada industri baru yang akan menggerakkan ekonomi Batang," ujar purnawirawan Mayor TNI AD ini.
Yoyok menyadari membangun industri manufaktur seperti pabrik LED bukan perkara mudah. Tapi kini Kabupaten Batang telah memiliki Rencana Tata Ruang Wilyah. Plot-plotnya pun sudah jelas.
"Mana yang untuk industri, mana yang untuk pertanian dan mana yang kita pertahankan untuk lingkungan. Dari plot itu kita bisa manfaatkan. Mungkin awalnya skala kecil dulu, atau jadi pemasok salah satu komponen dulu, karena pabrik LED kan membutuhkan teknologi. Baru setelah itu kita kembangkan," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)