Ilustrasi Pexels
Ilustrasi Pexels

Dinkes Jatim Minta masyarakat Tak Berenang di Kolam Umum Antisipasi Hepatitis Akut

Nasional penyakit menular kemenkes Jawa Timur Hepatitis Akut
Clicks.id • 06 Mei 2022 15:40
Surabaya; Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Erwin Astha Triyono menegaskan belum ada temuan kasus hepatitis akut. Sebelumnya, sempat  beredar kabar ada sebanyak 114 kasus suspek hepatis akut di Jatim.
 
Erwin mengimbau masyarakat lebih berhati-hati namun tetap tenang. Ia mengimbau masyarakat mengantisipasi dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Seperti sering mencuci tangan pakai sabun, meminum air bersih yang matang, memastikan makanan dalam keadaan bersih dan matang penuh.
 
"Untuk sementara agar tidak berenang dulu di kolam renang umum, tidak bermain di playground, serta hindari menyentuh hand railing, knop pintu, dinding, dan lain-lain yang sering dipegang orang," kata Erwin melalui keterangan virtual, Jumat, 6 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Erwin menjelaskan pada penyakit hepatitis akut salah satu tandanya pasien mengalami penyakit kuning, tapi pasien yang terjangkit penyakit kuning belum tentu hepatitis akut. Sebab, penyakit kuning bisa karena tifus, malaria dan sebagainya.
 
Baca: Papua Barat Tetapkan Status Waspada Penyebaran Hepatitis Akut
 
"114 kasus yang ditemukan di 18 kabupaten/ kota berdasar data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Jatim yang diterima per 4 Mei 2022 itu bukan hepatitis akut, namun penyakit sindrom jaundice akut atau penyakit kuning akut," kata Erwin 
 
Erwin menjelaskan SKDR merupakan aplikasi untuk menindaklanjuti temuan suatu penyakit lebih awal.
 
"SKDR itu padaprinsipnya aplikasi yang menerima data dari semua layanan kesehatan. Saat ini ada temuan terkait penyakit sindrom jaundice akut atau penyakit kuning akut. Jadi ini kewaspadaan terkait penyakit kuning," katanya.
 
Setelah ada laporan dari SKDR, kata Erwin, selanjutnya tim Dinkes Jatim melakukan verifikasi terkait kebenaran penyakit kuning tersebut. Kemudian tim akan mencari penyebannya, apakah dari infeksi atau noninfeksi.
 
"Selanjutnya apakah ini terkait hepatitis akut yang belum ketahui etologinya atau tidak, ternyata sampai dengan Bulan Mei 2022 temuan ini tidak masuk kelompok hepatitis akut yang belum diketahui etologinya," ujarnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif