medcom.id, Klaten: Kondisi tanggul Sungai Dengkeng di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini sangat memrihatinkan. Jika tidak dinormalisasi, dikhawatirkan tanggul akan jebol saat air sungai meluap.
Pasalnya, tanggul di sejumlah titik longsor akibat banjir 2103/2014. Bahkan, longsor menggerus permukiman warga di bantaran sungai. Hal ini yang ditakutkan jika anak Bengawan Solo itu banjir.
Untuk mencegah longsor, warga Desa Japanan, Kecamatan Cawas, bergotong royong memperbaiki tanggul kritis di Dukuh Turasan. Perbaikan dengan memasang patok bambu dan beronjong kawat.
Menurut Ketua Rukun Tetangga (RT) Dukuh Turasan Padmo Suwito, gotong royong perbaikan sementara tanggul kritis Sungai Dengkeng itu untuk antisipasi banjir pada musim hujan mendatang.
"Kegiatan perbaikan tanggul ini didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Kami juga mendapat bantuan beronjong kawat," ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (2/9).
Longsor tanggul tersebut, lanjut Padmo Suwito, membuat was-was warga yang bertempat tinggal di sepanjang aliran sungai. Sebab, jalan dan lahan pekarangan mereka juga tergerus longsor .
"Kalau longsor tidak ditanggulangi, rumah warga terancam hanyut terbawa arus sungai ketika air meluap,� imbuh Kepala Desa Japanan Samijo Jayeng Katon di lokasi perbaikan tanggul tersebut.
Kepala BPBD Klaten Sri Winoto mengakui telah menerima laporan tentang kondisi kritis tanggul Sungai Dengkeng. BPBD juga langsung menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan pendataan. (Djoko Sardjono)
medcom.id, Klaten: Kondisi tanggul Sungai Dengkeng di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini sangat memrihatinkan. Jika tidak dinormalisasi, dikhawatirkan tanggul akan jebol saat air sungai meluap.
Pasalnya, tanggul di sejumlah titik longsor akibat banjir 2103/2014. Bahkan, longsor menggerus permukiman warga di bantaran sungai. Hal ini yang ditakutkan jika anak Bengawan Solo itu banjir.
Untuk mencegah longsor, warga Desa Japanan, Kecamatan Cawas, bergotong royong memperbaiki tanggul kritis di Dukuh Turasan. Perbaikan dengan memasang patok bambu dan beronjong kawat.
Menurut Ketua Rukun Tetangga (RT) Dukuh Turasan Padmo Suwito, gotong royong perbaikan sementara tanggul kritis Sungai Dengkeng itu untuk antisipasi banjir pada musim hujan mendatang.
"Kegiatan perbaikan tanggul ini didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Kami juga mendapat bantuan beronjong kawat," ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (2/9).
Longsor tanggul tersebut, lanjut Padmo Suwito, membuat was-was warga yang bertempat tinggal di sepanjang aliran sungai. Sebab, jalan dan lahan pekarangan mereka juga tergerus longsor .
"Kalau longsor tidak ditanggulangi, rumah warga terancam hanyut terbawa arus sungai ketika air meluap,� imbuh Kepala Desa Japanan Samijo Jayeng Katon di lokasi perbaikan tanggul tersebut.
Kepala BPBD Klaten Sri Winoto mengakui telah menerima laporan tentang kondisi kritis tanggul Sungai Dengkeng. BPBD juga langsung menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan pendataan. (Djoko Sardjono)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADF)