Salah satu sudut Kampung Tangguh di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Foto: Istimewa
Salah satu sudut Kampung Tangguh di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Foto: Istimewa

Menilik 2 Kampung Tangguh Covid-19 di Surabaya dan Gresik

Medcom • 24 Mei 2020 13:42
Surabaya: Polda Jawa Timur menargetkan ada 100 Kampung Tangguh Covid-19 (korona) yang tersebar di seluruh Provinsi Jawa Timur. Program yang digagas Kapolda Jawa Timur Irjan Fadil Imran itu salah satu upaya pencegahan penyebaran covid-19 yang berbasis kampung dengan mengandalkan solidaritas dan kegotongroyongan warga di tingkat kelurahan hingga RW.
 
Salah satu contoh Kampung Tangguh yang baru saja diresmikan di RW 04 Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Kampung ini menerapkan protokoler Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bagi setiap warga yang keluar masuk kampung. 
 
Di gerbang masuk kampung, didirikan posko pengecekan yang dijaga warga setempat. Setiap tamu atau pendatang yang masuk diukur suhu tubuhnya, wajib mencuci tangan dan mengisi identitas daftar tamu. Aparat setempat akan mengantarkan ke rumah yang dituju. 

Bagi tamu atau pendatang tanpa identitas mereke tetap akan menjalankan prosedur protokol kesehatan yang sama. Namun, mereka diarahkan untuk putar balik dan kembali tidak bisa datang ke alamat yang dituju.
 
Untuk mekenisme pendistribusian sembako warga terdampak, sembako dihimpun dari bantuan-bantuan warga yang dikumpulkan di lumbung pangan yang didirikan di Kampung Tangguh. Bantuan akan diregistrasi selanjutnya disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
 
Petugas lumbung pangan pun menyiapkan makanan siap saji berupa nasi bungkus yang akan dibagikan kepada warga terdampak.
 
Untuk mekenisme penanganan orang sakit, warga yang melapor dilakukan pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan dengan hand sanitizer. Lantai petugas dari Unit Reaksi Cepat (URC) Kampung Tangguh mendatangi rumah warga yang sakit. Setelah dilakukan diagnosa awal, petugas lalu membawa pasien ke rumah sakit dengan ambulans.
 
Tak jauh berbeda, Kampung Tanggung lainnnya yang baru saja diresmikan di Desa Pandanan Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik. Mulai dari Posko pintu masuk, posko lumbung pangan dan posko kesehatan telah dipersiapkan semuanya dengan alur dan mekanisme yang sama.
 
Di Kampung Tangguh Desa Pandanan, pupn dibentuk relawan yang nantinya bertugas untuk memakamkan pasien covid-19 sesuai dengan protokol dan prosedur yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik memberikan sosialisasi kepada para relawan tata cara penguburan pasien covid-19. 
 
Polda Jawa Timur bersama Kodam V Brawijaya, akan menerapkan 100 Kampung Tangguh di seluruh daerah di Jatim. Tujuannya untuk menekan penyebaran virus korona (covid-19), dengan memproteksi pengawasan keamanan, dan pergerakan masyarakat setempat.
 
"Kampung Tangguh ini nanti akan diberlakukan se- Jatim, khususnya di daerah yang diketahui ada warganya banyak yang positif covid-19 dan PDP," kata Kapolda Jatim Irjen Fadli Imran, di Surabaya, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Fadil mengatakan, Kampung Tangguh itu nantinya akan dikoordinasi oleh Kapolres dan Dandim setempat. Mereka akan bersinergi sekaligus mendorong para kepala desa dan kepala dusun, untuk membetuk sebuah gugus tugas di tingkat desa. Misalnya seperti Satgas Covid-19 Kampung Tangguh Kedung Beruk Surabaya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan