Ilustrasi stunting. Foto: DOk.MI
Ilustrasi stunting. Foto: DOk.MI

11.863 Balita di Sumsel Stunting dan Gizi Buruk

Nasional gizi kurang stunting
Gonti Hadi Wibowo • 07 Agustus 2020 14:56
Palembang: Sebanyak 11.863 balita di Sumatra Selatan mengalami stunting dan gizi buruk. Jumlah itu tercatat berdasarkan laporan dari Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) selama periode Januari dan Februari 2020.
 
"11.863 balita yang mengalami stunting dan gizi buruk itu dengan rincian 10.169 stunting dan 1.694 balita mengalami gizi buruk," kata Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel, Lisa Marniyati, Jumat 7 Agustus 2020.
 
Lisa mengatakan, wilayah yang paling tinggi angka stunting di Kabupaten Musi Banyuasin mencapai 2.603 balita dan 507 balita gizi buruk, Kabupaten Muara Enim 1.801 balita terkena stunting dan 284 balita gizi buruk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Kabupaten Banyuasin 1.256 balita terkena stunting dan 194 balita gizi buruk, Kota Palembang 1.232 balita terkena stunting dan 116 balita gizi buruk.
 
"Perhitungan itu berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang merupakan salah satu riset skala nasional yang berbasis komunitas dan telah dilaksanakan secara berkala oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI," jelasnya.
 
Lisa menjelaskan, sejak 2018 hingga 2019 angka stunting dan gizi buruk di Sumsel mengalami penurunan. Pada 2018 persentase stunting melebihi persentase nasional yakni sekitar 31 persen stunting dan 0.04 persen gizi buruk.
 
Baca:Jokowi Perintahkan Percepatan Penanganan Stunting di 10 Provinsi
 
Sedangkan pada 2019 untuk persentase stunting dan gizi buruk yakni 28,98 persen stunting dan 0.02 persen gizi buruk.
 
"Untuk tahun 2020 kita belum diketahui persentasenya karena data yang kita punya hanya Januari dan Februari 2020. Untuk data lengkapnya baru bisa terdata di akhir tahun nanti," ungkapnya.
 
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap melakukan Imunisasi di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya meski ditengah kondisi pandemi covid-19 untuk mengurangi kondisi stunting dan gizi buruk di Sumsel.
 
"Imunisasi dapat dilakukan di puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya dengan perjanjian dan jadwal sesuai dengan petunjuk teknis pelayanan imunisasi sesuai anjuran dari Kemenkes," katanya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif