Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang, Zubaidah, Jumat 31 Januari 2020.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang, Zubaidah, Jumat 31 Januari 2020.

Dinas Pendidikan Malang Bantah Adanya Perundungan di SMPN 16

Daviq Umar Al Faruq • 31 Januari 2020 18:55
Malang: Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang, Zubaidah, membantah adanya kasus perundungan yang dialami salah seorang siswa SMPN 16 Kota Malang berinisial MS, 13. Hal itu dikatakan olehnya setelah meminta keterangan pada pihak sekolah dan siswa lainnya yang menjadi saksi.
 
"Saya belum membantah 100 persen karena saya belum ketemu korban. Cuma saya ambil kesimpulan dari cerita kronologis dari si anak-anak tadi yang tahu persis," katanya di Kantor Dindik Kota Malang, Jumat 31 Januari 2020.
 
Zubaidah sendiri telah memintai keterangan kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK) dan sejumlah siswa SMPN 16 Kota Malang terkait peristiwa ini, siang tadi. Dari situ didapatkan kesimpulan tidak ada kekerasan yang dialami MS.

"Kesimpulan sementara memang ada tetapi tidak kekerasan, itu guyon (bercanda). Jadi anak-anak itu guyon di masjid. Ini tadi ada tujuh anak temannya, sahabatnya MS menyampaikan kronologisnya," bebernya.
 
Zubaidah menambahkan, dari keterangan yang ia terima, tubuh MS yang memar terutama tangan tersebut bukan karena diinjak oleh temennya. Namun karena terjepit ikat pinggang.
 
"Karena seringnya kejepit gesper ikat pinggang dan itu sering sekali. Kebetulan pada saat di masjid dia itu nahan sakit itu ada temannya yang lewat keinjak, sudah minta maaf dan enggak apa-apa. Pada 15 Januari kejadiannya," jelasnya.
 
Setelah kejadian itu, MS tetap masuk sekolah keesokan harinya. Namun, MS masuk sekolah dengan kondisi tangan dan kakinya diperban selama dua hari, Kamis-Jumat 16-17 Januari 2020. 
 
Baru pada Sabtu, 18 Januari 2020, MS sudah masuk sekolah dengan biasa tanpa perban dan kakinya. Namun sejak Senin 20 Januari 2020 hingga saat ini, MS tidak masuk sekolah kembali.
 
"Apa yang terjadi di rumah kan kami tidak tahu. Tidak ada mediasi, tidak ada perdamaian. Saya belum tahu kalau ada perkembangan seperti itu," pungkasnya.
 
Sebelumnya diberitakan, salah seorang siswa SMPN 16 Kota Malang, Jawa Timur, MS, 13, harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Lavalette, Kota Malang, Jawa Timur. Siswa kelas VII itu diduga menjadi korban perundungan.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>