Ilustrasi--Nyala api dari sampah yang dibakar warga di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat saat musim kemarau (ANTARA/Akhyar)
Ilustrasi--Nyala api dari sampah yang dibakar warga di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat saat musim kemarau (ANTARA/Akhyar)

Warga Lebak Banten Diingatkan Waspada Kebakaran Hutan

Antara • 11 Agustus 2022 16:11
Lebak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mengingatkan warga potensi kebakaran hutan menyusul musim kemarau yang terjadi saat ini. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.
 
"Kita memiliki hutan luas terdiri dari hutan nasional, hutan adat, hutan produksi hingga hutan milik warga, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan kebakaran hutan," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak, Agus Reza Faisal, di Lebak, Kamis, 11 Agustus 2022.
 
Baca: Kalteng Aktifkan 19 Posko di Wilayah Rawan Karhutla

BPBD Lebak mengimbau warga jika berladang untuk bercocok tanam dengan membuka hutan tidak dilakukan dengan membakar karena dapat menimbulkan kebakaran hutan.
 
Begitu juga masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan ke semak-semak belukar yang mengalami kekeringan karena bisa menimbulkan kebakaran hutan.
 
Potensi kebakaran hutan di Kabupaten Lebak saat musim kemarau sangat besar sebab kawasan hutan di daerah itu cukup luas dan terdapat Taman Nasional Gunung Halimun (TNGHS), hutan adat di kawasan Badui, hutan produksi yang dikelola Perum Perhutani dan hutan milik masyarakat.
 
"Kami berkolaborasi dengan Perum Perhutani juga instansi lain melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di kawasan hutan agar dapat melakukan pencegahan kebakaran hutan pada musim kemarau," jelas Agus.
 
Menurut dia kemungkinan besar musim kemarau diprakirakan berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Saat ini suhu Kota Rangkasbitung begitu terik panas karena musim kemarau.
 
Oleh sebab itu, semua lapisan masyarakat harus memiliki tanggung jawab agar tidak terjadi kebakaran hutan. Kebakaran itu akan merusak ekosistem lingkungan juga habitat satwa termasuk yang dilindungi.
 
"Kami minta warga tidak membakar rerumputan yang mengalami kekeringan dan tak membuang puntung rokok yang memicu percikan api, juga tidak membakar sisa-sisa pembabatan rumput maupun pepohonan," ungkap Agus.
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif