Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melaunching program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada Agustus 2022 lalu. Dokumentasi/ Pemkot Batu
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melaunching program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada Agustus 2022 lalu. Dokumentasi/ Pemkot Batu

Kota Batu Jatim Nihil Kasus Polio

Daviq Umar Al Faruq • 21 November 2022 15:47
Batu: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menyatakan wilayah Kota Batu, Jawa Timur, nihil kasus Polio atau penyakit yang menyebabkan kelumpuhan terhadap anak. Kota Batu dinyatakan bebas Polio lantaran capaian vaksinasi yang cukup tinggi.
 
"Tidak ada (kasus polio)," kata Kepala Dinkes Kota Batu, Kartika Trisulandari, saat dikonfirmasi, Senin, 21 November 2022.
 
Baca: Anak Terjangkit Polio di Aceh Jalani Rehabilitasi Medik

Kartika menjelaskan anak-anak di Kota Batu wajib mendapatkan vaksin Polio. Imunisasi atau vaksin Polio merupakan salah satu upaya untuk melindungi tubuh dari penyakit Polio lantaran penyakit ini dapat dialami siapa saja, serta lebih sering terjadi pada balita.
 
"Vaksin Polio adalah salah satu vaksin wajib. Alhamdulillah tidak ada (ibu-ibu yang menghalang-halangi anaknya untuk disuntik vaksin Polio)," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan catatan Dinkes Kota Batu, capaian vaksin Polio sejak Januari hingga September 2022, berkisar antara 60 persen. Untuk capaian vaksin Polio 1 telah diberikan kepada 1.905 anak dari target 2.985 anak atau 63,82 persen.
 
Kemudian capaian vaksin Polio 2 telah diberikan kepada 2.000 anak dari target 3.106 anak atau 64,39 persen. Lalu, capaian vaksin Polio 3 telah diberikan kepada 2.002 anak dari target 3.106 anak atau 64,46 persen.
 
"Untuk capaian Polio 4, capaian 2.077 dari target 3.106 atau 66.87 persen," ungkapnya.
 
Berbagai macam upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk mencegah Polio, salah satunya melaunching program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada Agustus 2022 lalu. Launching program BIAN ini diikuti oleh lima puskesmas se-Kota Batu, Kader Posyandu, serta ibu dan balita di Kota Batu.
 
Launching Program BIAN ini dilakukan untuk mengejar cakupan imunisasi rutin. Pasalnya, saat pandemi covid-19 terjadi penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap.
 
"Bulan Imunisasi Anak Nasional adalah kegiatan pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubela dan pemberian Imunisasi Kejar pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap," kata Wali Kota Batu, Dewanti, Jumat, 5 Agustus 2022.
 
Progran BIAN sendiri merupakan pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat. Program ini diwujudkan sebagai upaya menutup kesenjangan imunitas anak dengan melakukan hamonisasi kegiatan imunisasi tambahan (campak-rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib).
 
"Kita sebagai orang tua wajib memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita, salah satu caranya adalah dengan memberikan imunisasi lengkap dan tambahan," ujarnya.
 
Sebelumnya diberitakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru saja menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio, setelah ditemukannya satu kasus yang terjadi di Pidie, Aceh. Kemenkes bakal melakukan beberapa upaya terkait KLB ini.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 

 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif