Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terlibat bentrok dengan warga di Perempatan Rajabali, Kota Malang, Kamis 15 Agustus 2019 pagi. Dokumentasi: Istimewa.
Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terlibat bentrok dengan warga di Perempatan Rajabali, Kota Malang, Kamis 15 Agustus 2019 pagi. Dokumentasi: Istimewa.

Mahasiswa Papua Terlibat Bentrok saat Unjuk Rasa di Malang

Nasional demo mahasiswa
Daviq Umar Al Faruq • 15 Agustus 2019 14:02
Malang: Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terlibat bentrok dengan warga di Perempatan Rajabali, Kota Malang, Kamis 15 Agustus 2019 pagi.
 
Para mahasiswa Papua ini melakukan unjuk rasa dalam rangka memperingati 57 tahun perjanjian New York, dengan tema 'Amerika Serikat Harus Bertanggung Jawab Atas Penjajahan di West Papua'.
 
Di sela-sela aksi, terjadi keributan antara mahasiswa dengan warga sekitar. Sempat terjadi bentrokan dan saling lempar batu antara warga yang berusaha mencegah unjuk rasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan awalnya massa AMP ini berencana melakukan aksi di Balai Kota Malang dan Stadion Gajayana. Namun dalam perjalanan, massa bertemu dengan masyarakat yang menolak aksi tersebut.
 
"Mereka sempat bertemu massa yang tidak setuju, sempat terjadi benturan, saling lempar. Tapi hanya sebentar, anggota kami sudah berhasil mengamankan dan mereka tetap melaksanakan aksinya menyampaikan orasi," kata Asfuri saat dikonfirmasi.
 
Asfuri menjelaskan berdasarkan undang-undang yang berlaku, massa AMP ini melanggar aturan tentang penyampaian pendapat di muka umum. Yakni unjuk rasa tidak boleh mengganggu persatuan dan kesatuan.
 
"Tapi dari bahasa atau orasi yang disampaikan mereka selalu menyampaikan Papua Merdeka dan ingin memisahkan diri dari NKRI. Sehingga kami melakukan tindakan untuk membubarkan," jelas Asfuri.
 
Selanjutnya polisi berencana mengembalikan massa AMP ini ke rumah mereka masing-masing. Asfuri sendiri menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap massa AMP di lokasi kejadian.
 
"Ada yang memang diamankan di dekat UMM pada saat mereka akan menuju kesini. Itu untuk menjaga karena saat di sini ada ramai-ramai mereka dijaga di sana agar saat sampai di perjalanan jangan sampai ada masalah," pungkas Asfuri.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif