Bupati Sidoarjo Saiful Illah saat menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia, di JX International Convention Exhibition Surabaya, Selasa, 19 November 2019. (Medcom.id/Amal).
Bupati Sidoarjo Saiful Illah saat menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia, di JX International Convention Exhibition Surabaya, Selasa, 19 November 2019. (Medcom.id/Amal).

Bupati Sidoarjo Ancam Pabrik Tahu Berbahan Bakar Sampah Plastik

Nasional Impor Sampah Plastik
Amaluddin • 19 November 2019 19:33
Surabaya: Bupati Sidoarjo Saiful Illah mengancam akan memberi sanksi tegas jika pabrik tahu di wilayahnya menggunakan bahan bakar sampah plastik. Sebab, Pemkab Sidoarjo bersama Pemprov Jatim menyiapkan opsi bahan tahu tersebut.
 
"Nanti akan kita kasih sanksi tegas, yang penting jangan sampai pakai bahan plastik, titik. Karena nanti banyak opsinya (bahan tahu)," kata Saiful, saat menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia, di JX International Convention Exhibition Surabaya, Selasa, 19 November 2019.
 
Opsi yang dimaksud Saiful yakni, produsen tahu di Tropodo bisa menggunakan bahan bakar compressed natural gas (CNG). Kemudian produsen tahu bisa menggunakan gas LPG sebagai bahan bakar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pakai LPG bisa tapi mahal. Salah satu alternatifnya itu wood pallet atau pelet kayu, itu baranya bagus, panas," kata Saiful.
 
Saiful mengaku tidak adil jika menutup industri tahu di Tropodo, Sidoarjo, hanya karena ada beberapa temuan telur yang terindikasi zat berbahaya. Mengingat ada puluhan industri di Sidoarjo yang selama ini menghidupi prekonomian masyarakat.
 
"Ada 47 pabrik, di mana perekonomian masyarakat bergantung pada perusahaan itu," ujarnya.
 
Menurut Saiful, selama ini belum ada kejadian penemuan telur atau ayam yang mengandung zat berbahaya usai memakan ampas tahu. Meski demikian, kejadian ini menjadi salah satu atensi yang harus diperhatikan agar tidak berbahaya terhadap masyarakat.
 
"Saya sidak ke Tropodo pabrik tahu, pabrik tahu ini bakarnya memang pakai plastik dari pabrik Pakerin. Terus kenapa ini kok ada ampasnya dimakan ayam, dan ayamnya bertelur, telurnya beracun. Jadi itu semua ampasnya dari tahu. Solusinya bahan bakar tidak usah pakai itu, alternatifnya pakai wood pallet," kata Saiful.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif