Sejumlah kendaraan barang bukti sitaan akan dipindahkan dari kantor Kejari Kota Depok, Jawa Barat. (Foto: Medcom.id/Octavianus)
Sejumlah kendaraan barang bukti sitaan akan dipindahkan dari kantor Kejari Kota Depok, Jawa Barat. (Foto: Medcom.id/Octavianus)

Korban First Travel Kecewa Putusan MA

Nasional kemelut first travel
Octavianus Dwi Sutrisno • 18 November 2019 21:31
Depok: Kekecewaan mendalam diutarakan para korban penipuan Travel Umrah dan Haji First Travel. Mereka tak terima putusan Mahkamah Agung bahwa seluruh aset First Travel dirampas negara bukannya mengembalikan ke jemaah.
 
Andriansyah, salah satu korban penipuan First Travel mengatakan keputusan tersebut sangat mengecewakan. Selama ini, negara tidak pernah berpartisipasi apapun terutama saat kasus tersebut masih dalam proses hukum.
 
"Ketika kita mengusahakan agar ketiga pelaku (bos utama First Travel), dihukum saja partisipasi pemerintah tidak ada. Kami, sempat ajukan penanganan kasus ini ke DPR dan bertemu muka dengan mereka. Bahkan, sampai ke Departemen Agama kami sudah lakukan tapi hasilnya nihil," kata Andriansyah, saat dihubungi Senin, 18 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, ketika kasus tersebut mencapai putusan tiba-tiba dikeluarkan penetapan bahwa seluruh aset perusahaan penipuan itu disita untuk negara. Hal itu, membuat para korban sedih sementara nasib mereka masih terkatung - katung.
 
"Jadi intinya saya melihat negara tidak support sama sekali. Ketika jemaah berjuang menuntut, hingga akhirnya sampai di ujung keputusan eh malah disita negara. Ini tidak lucu," bebernya.
 
Menurut dia, jumlah korban penipuan First Travel mencapai puluhan ribu. Seluruhnya, masih menunggu nasib setelah putusan MA ditetapkan.
 
"Untuk di Kota Bandung, ada sekitar 4.000 korban. Kami masih menunggu (wait and see), karena hasil putusan MA itu katanya masih dilakukan peninjuan. Kami berharap yang terbaik," tegasnya.
 
Sementara itu, Kartipah Warga Depok yang menjadi korban First Travel mengaku hasil putusan MA sangat tidak adil. Aset yang disita seharusnya dikembalikan, bukannya malahan disita negara.
 
"Disitu ada uang kami, hasil jerih payah selama ini ingin berangkat umrah kenapa tega seperti itu," paparnya.
 
Disisi lain, Ibu Ine yang sempat menghadiri sidang kasus penipuan First Travel mengaku sudah ikhlas dengan segala keputusan peradilan.
 
"Saya sudah ikhlas, apapun risikonya uang kembali Alhamdulillah, enggak kembali Alhamdulillah saya sudah ikhlas," tandasnya.
 
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Yudi Triadi menegaskan pihaknya menunda proses pelelangan aset First Travel. Seiring dengan pernyataan dari Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin yang hendak mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dengan alasan untuk kepentingan Umum.
 
"Ya kita tunda sambil menunggu petunjuk pimpinan (Kejaksaan Agung)," pungkasnya.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif