Malang: Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Kota Batu, Jawa Timur menemukan teknologi baru yakni Bujangseta (Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun). Dengan teknologi tersebut, produksi jeruk bisa berbuah sepanjang tahun (off season).
Kasi Pelayanan Teknis dan Jasa Penelitian Balitjestro, Anang Triwiranto mengatakan dengan teknologi konvensional, masa panen jeruk hanya bisa dilakukan dengan 2-3 kali saja dalam setahun. Namun, dengan Bujangseta, masa panen jeruk bisa mencapai 5-7 kali dalam setahun.
"Bujangseta adalah produksi jeruk yang bisa berbuah sepanjang tahun dan menghasilkan buah bermutu premium seragam, citarasa sesuai pasar, kulit buah mulus dengan harga memadai. Jadi bisa berbunga sepanjang tahun," kata Anang saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Juli 2019.
Bujangseta sendiri merupakan kombinasi dari tiga tahap pemeliharaan. Pertama, manajemen kanopi (prunning/pemangkasan yang dapat memacu pertunasan vegetatif dan generatif menjadi lebih seimbang sehingga kelembaban dalam tajuk dapat dikurangi dan secara otomatis penyakit akan lebih mudah dikendalikan).
Kedua, manajemen nutrisi (mengubah pola pemupukan dari biasanya, yaitu dengan mengombinasikan pupuk padat dan cair secara bergantian sehingga kondisi tanaman menjadi sehat dan mampu tumbuh dengan baik berbunga dan berbuah secara kontinyu).
Ketiga, manajemen pengendalian hama (dititikberatkan pada penyakit burik kusam, embun jelaga dengan mengendalikan hama penyebabnya diantaranya Aphis, Trip, kutu dompolan dan kutuk sisik dengan model pengendalian perpaduan antara monitoring dan interval pengendalian secara berkala. Dengan demikian siklus perkembangan dan serangan hama dan penyakit dapat dan mudah dikendalikan sehingga diperoleh buah yang berkualitas premium).
"Ketiga tahap ini harus dijalankan untuk mendapatkan hasil panen jeruk yang optimal. Teknologi ini sudah kami terapkan sejak 2016 di beberapa daerah seperti Malang Raya, Bengkulu, Banyuwangi dan Pontianak," jelas Anang.
Dengan Bujangseta, permasalahan dalam agribisnis jeruk dapat diselesaikan. Masalah tersebut antara lain masa produksi yang lama dan masa panen bersamaan yang mengakibatkan jatuhnya harga yang kurang menguntungkan bagi petani serta kualitas buah yang kurang bagus.
Malang: Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Kota Batu, Jawa Timur menemukan teknologi baru yakni Bujangseta (Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun). Dengan teknologi tersebut, produksi jeruk bisa berbuah sepanjang tahun (off season).
Kasi Pelayanan Teknis dan Jasa Penelitian Balitjestro, Anang Triwiranto mengatakan dengan teknologi konvensional, masa panen jeruk hanya bisa dilakukan dengan 2-3 kali saja dalam setahun. Namun, dengan Bujangseta, masa panen jeruk bisa mencapai 5-7 kali dalam setahun.
"Bujangseta adalah produksi jeruk yang bisa berbuah sepanjang tahun dan menghasilkan buah bermutu premium seragam, citarasa sesuai pasar, kulit buah mulus dengan harga memadai. Jadi bisa berbunga sepanjang tahun," kata Anang saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Juli 2019.
Bujangseta sendiri merupakan kombinasi dari tiga tahap pemeliharaan. Pertama, manajemen kanopi (prunning/pemangkasan yang dapat memacu pertunasan vegetatif dan generatif menjadi lebih seimbang sehingga kelembaban dalam tajuk dapat dikurangi dan secara otomatis penyakit akan lebih mudah dikendalikan).
Kedua, manajemen nutrisi (mengubah pola pemupukan dari biasanya, yaitu dengan mengombinasikan pupuk padat dan cair secara bergantian sehingga kondisi tanaman menjadi sehat dan mampu tumbuh dengan baik berbunga dan berbuah secara kontinyu).
Ketiga, manajemen pengendalian hama (dititikberatkan pada penyakit burik kusam, embun jelaga dengan mengendalikan hama penyebabnya diantaranya Aphis, Trip, kutu dompolan dan kutuk sisik dengan model pengendalian perpaduan antara monitoring dan interval pengendalian secara berkala. Dengan demikian siklus perkembangan dan serangan hama dan penyakit dapat dan mudah dikendalikan sehingga diperoleh buah yang berkualitas premium).
"Ketiga tahap ini harus dijalankan untuk mendapatkan hasil panen jeruk yang optimal. Teknologi ini sudah kami terapkan sejak 2016 di beberapa daerah seperti Malang Raya, Bengkulu, Banyuwangi dan Pontianak," jelas Anang.
Dengan Bujangseta, permasalahan dalam agribisnis jeruk dapat diselesaikan. Masalah tersebut antara lain masa produksi yang lama dan masa panen bersamaan yang mengakibatkan jatuhnya harga yang kurang menguntungkan bagi petani serta kualitas buah yang kurang bagus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)