Ilustrasi. MI/Arya Manggala.
Ilustrasi. MI/Arya Manggala.

Sebagian Bidang Kerja ASN Kota Bandung Bisa Dikerjakan di Rumah

Nasional PNS Kerja di Rumah
Roni Kurniawan • 13 Agustus 2019 15:53
Bandung: Pemeritah Kota Bandung masih tetap mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) 1 dan 2 tentang Disiplin dan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan tugas. ASN d lingkungan Pemkot Bandung wajib melaksanakan tugas kerja di kantor dalam waktu yang telah ditentukkan yakni pukul 07.45 - 16.30 WIB.
 
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan wacana ASN bisa kerja di rumah harus dilakukan kajian terlebih dahulu. Pasalnya, tidak semua bidang tidak bisa dikerjakan ASN di rumah.
 
"Yang tidak bisa itu berkaitan dengan pelayanan, puskesmas, kecamatan. Karena itu pelayanan dasar, jadi harus tetap dikerjakan di kantor," kata Yayan saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 13 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun diakui Yayan, sebagian bidang kerja bisa dimonitoring atau dikerjakan di rumah, seperti membuat kajian dan menyiapkan naskah sambutan yang biasa dilakukan oleh bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol.
 
"Ada tugas tertentu yang bisa di remote dari rumah, seperti bikin kajian bikin sambutan kalau di Humas. Tapi itu juga dari dulu sudah dilakukan, tapi diluar jam kerja. Mereka biasa mengerjakan itu di rumah," jelas Yayan.
 
Akan tetapi, lanjut Yayan, wacana ASN kerja di rumah harus dikaji kembali terutama dari sistem kehadiran. Pasalnya selama ini para ASN wajib mengisi kehadiran menggunakan finger print dan retina print ketika hendak memasuki kantor.
 
"Itu mungkin nanti dengan inovasi teknologi (untuk kehadiran)," beber Yayan.
 
Pasalnya sistem kehadiran ASN di Pemkot Bandung menjadi salah satu penilaian untuk mendapatkan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang didapatkan setiap bulan. Itu pun akan menjadi pembahasan di lingkungan Pemkot Bandung jika wacana ASN kerja di rumah ditetapkan.
 
"Kalau tidak apel dikurangi (TKD), kalau tidak hadir dikurangi," pungkas Yayan.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif