Kapolres Cianjur, Jawa Barat AKBP Doni Hermawan. (ANTARA/Ahmad Fikri)
Kapolres Cianjur, Jawa Barat AKBP Doni Hermawan. (ANTARA/Ahmad Fikri)

WNA Siram Istri dengan Air Keras Terancam Hukuman Seumur Hidup

Nasional kekerasan dalam rumah tangga tragedi air keras kekerasan terhadap perempuan
Antara • 22 November 2021 18:38
Cianjur: Pelaku penyiraman air keras kepada istrinya, Abdul Latief, warga negara Arab Saudi dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman kurungan seumur hidup karena perbuatannya yang menyebabkan korban meninggal sudah direncanakan.
 
Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan menyatakan pelaku akan dijerat dengan pasal tentang pembunuhan berencana, karena dengan keji menyiram air keras pada korban Sarah, 21, istrinya warga Kampung Munjul, Desa Sukamaju, Cianjur hingga korban meninggal dunia.
 
Terungkapnya perbuatan terencana WNA asal Timur Tengah itu, setelah petugas mendapat keterangan terkait air keras yang sudah dipesan sejak jauh hari melalui toko online, pelaku bahkan menunggu sang istri tertidur sebelum melakukan aksinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan selama menjalani nikah siri bersama korban, pelaku kerap melakukan kekerasan terhadap korban, hingga akhirnya cemburu buta mendorong pelaku menyiramkan air keras kepada korban. Lebih keji lagi, air keras sempat dimasukkan ke dalam mulut Sarah.
 
Baca juga: Semua Tempat Tidur ICU Covid-19 Kota Bekasi Nihil Pasien
 
"Pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis, 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 dan 351 KUHP tentang penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dengan ancaman kurungan seumur hidup," tegas Doni.
 
Salman, 60, ayah korban, meminta aparat menjatuhkan hukuman mati terhadap pelaku yang sudah menghabisi nyawa anaknya secara keji. Meski korban adalah anak tirinya, namun Salman sudah menjaga dan merawat Sarah layaknya anak kandungnya sejak balita.
 
"Ayah mana yang bisa terima anaknya diperlakukan secara keji, hingga meregang nyawa dengan kondisi luka bakar di sekujur tubuhnya. Saya atas nama orang tua Sarah, meminta hukum mati terhadap pelaku yang sudah menghabisi nyawa anak kami," ungkapnya.
 
Sebelumnya, pelaku penyiraman air keras Abdul Latief (29) warga negara asing asal Timur Tengah, ditangkap polisi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), saat hendak melarikan diri ke luar negeri, setelah Polres Cianjur, Jawa Barat berkoordinasi dengan Mabes Polri.
 
Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Septiawan Adi mengatakan pihaknya langsung mengirim anggota ke Bandara Soetta, setelah mendapat informasi keberadaan pelaku yang langsung melarikan diri, setelah menyiram istrinya dengan air keras.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif