Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak bersama Wakapolda Jatim, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Wabup Tuban Riyadi, dan Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Viliala Romadhon meninjau pelaksanaan vaksinas
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak bersama Wakapolda Jatim, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Wabup Tuban Riyadi, dan Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Viliala Romadhon meninjau pelaksanaan vaksinas

PMI dan WNA Masuk Jawa Timur Diawasi Ketat

Media Indonesia.com • 12 September 2021 14:28
Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersikap ekstra hati-hati terhadap masuknya orang dari luar negeri, mulai dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun Warga Negara Asing (WNA).
 
"Untuk PMI, kita sudah memiliki Asrama Haji untuk transit terlebih dulu sebelum pulang ke daerah masing-masing. Penanganan terus kita lakukan baik itu pekerja migran atau tidak," kata Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Minggu, 12 September 2021.
 
Di Tanjung Perak ada kantor kesehatan pelabuhan. Menurutnya jika ada awak kapal yang sakit akan langsung ditangani dengan hati-hati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini langkah antisipatif kita untuk mencegah masuknya covid-19 varian baru dari luar negeri. Kami juga melakukan pengetatan di perbatasan untuk mencegah masuknya WNA melalui daerah-daerah di Jatim," ujarnya.
 
Baca juga: 11 Korban Tewas Kebakaran Lapas Berasal dari Kejari Kota Tangerang
 
Saat ditanya terkait usulan anggota DPRD Jatim menunda masuknya investasi asing dengan alasan khawatir masuknya varian baru, Emil mengatakan sebenarnya investasi masuk bisa dengan cara daring. Namun memang, lanjut Emil, investor asing jika menanamkan modal lebih
suka bertemu langsung.
 
"Jadi saya rasa yang dimaksud anggota DPRD Jatim bukan seperti itu," tuturnya.
 
Untuk kebijakan investasi di Jatim Emil mengungkapkan, terdapat empat aspek terkait percepatan pelayanan perizinan, deregulasi investasi, fasilitas investasi dan insentif.
 
"Ada yang kawasan ekonomi khusus, ada kawasan industri, ada juga BUMD-BUMD yang produk-produknya sudah kompetitif, sudah jelas marketnya, sehingga tinggal membangun relasi bisnisnya saja," katanya. (Faishol Taselan)

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif