Sumarzen Marzuki, ayahanda Fadly Satrianto, korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air asal Surabaya. Medcom.id/Amaluddin
Sumarzen Marzuki, ayahanda Fadly Satrianto, korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air asal Surabaya. Medcom.id/Amaluddin

Fadly Satrianto Sudah Tiga Tahun Menjadi Kopilot

Nasional Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air Sriwijaya Air SJ182 Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak
Amaluddin • 10 Januari 2021 15:39
Surabaya: Fadly Satrianto, menjadi salah satu korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu, 9 Januari 2021. Warga Jalan Tanjung Pinang, Perak, Surabaya, tersebut merupakan Sarjana Hukum lulusan Universitas Airlangga (Unair) 2011 dan sudah tiga tahun menjadi kopilot Nam Air.
 
"Fadli ini anak saya yang ketiga yang paling kecil, dan dia beroperasi menjadi kopilot sejak tiga tahun yang lalu. Sekolahnya juga di pendidikan Nam Air yang ada di Bangka Belitung," kata Ayah Fadly, Sumarzen Marzuki di kediamannya, Minggu, 10 Jamuari 2021.
 
Baca: Fadly Satrianto Lulusan Sarjana Hukum yang Ingin Jadi Pilot

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan Fadly sebagai extra crew bersama beberapa rekan lainnya di dalam pesawat tersebut. Menurut Marzuki anaknya ditugaskan perusahaan ke Pontianak untuk menerbangkan pesawat.
 
"Saya tahu setelah mendapat telepon dari Direktur Operasi Nam Air tadi malam (Sabtu malam), dan meminta maaf karena Fadli ini bersama satu tim yang berisi enam orang ditugasi ke Pontianak untuk membawa pesawat dari Pontianak ke tujuan lain," jelas Marzuki.
 
Sebelumnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat hilang kontak sekitar 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif