Mia Melia, anggota KPPS TPS 36 Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Mia Melia, anggota KPPS TPS 36 Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Usia Petugas Penyelenggara Pemilu Harus Dibatasi

Nasional pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 20 Juli 2019 18:32
Yogyakarta: Mia Amelia merasakan betul lelahnya jadi penyelenggara pemilu pada April 2019. Perempuan 28 tahun ini menjadi anggota KPPS di TPS 36 Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta.
 
Saat bertugas di hari pemungutan suara, seluruh proses yang dimulai sejak pagi hari baru selesai pada pukul 01.00 WIB. Mia merasakan harus mengeluarkan tenaga yang besar untuk bisa bertahan dalam waktu hampir 24 jam
 
"Saya merasakan betapa capeknya jadi kerja jadi petugas pemilu kemarin. Di tempat saya (TPS 36) sampai jam 1 malam," kata Mia ditemui di KPU DIY Jalan Ipda Tut Harsono Kota Yogyakarta Sabtu, 20 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan sudah kali kedua jadi penyelenggara pemilu. Mia memperkirakan, pemilu 2019 paling menguras tenaga.
 
Baca: KPU Beri Bantuan ke Keluarga KPPS di DIY yang Meninggal
 
Menurut dia, perlu sosok yang memiliki tenaga kuat untuk jadi anggota penyelenggara seperti pemilu 2019. Dia mencontohkan ayahnya, Yustinus Tarmiyo, yang meninggal usai beberapa hari setelah gelaran pemilu.
 
Tarmiyo yang menjadi Linmas di TPS 36 Pakuncen, Wirobrajan, sempat mengalami penurunan kinerja usus hingga penurunan nafsu makan. Tarmiyo meninggal pada usia 61 tahun. "Ke depan mungkin (syarat jadi penyelenggara pemilu) dibatasi usianya," katanya.
 
Jadi evaluasi
 
Ketua KPU Arief Budiman mengatakan evaluasi akan dilakukan usai gugatan peserta pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) selesai. Ia mengatakan, anggota KPPS meninggal bukan semata karena sistem pemilu.
 
Arief merujuk pada hasil riset Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang menunjukkan penyebab anggota KPPS meninggal ada berbagai hal. "Rata-rata karena ada yang sakit sebelum jadi penyelenggara (pemilu), ada juga yang karena tak tahan tekanan. Ada yang karena sakit, pekerjaannya banyak memicu sakitnya kambuh," ujarnya.
 
Arief menyatakan, KPU melihat berbagai aspek dalam mengevaluasi pemilu. Selain sistem yang digunakan, orang-orang yang terlibat menjadi penyelenggara pemilu juga dilihat.
 
"Mudah-mudahan kita mendapat formula yang baik, sehingga kejadian semacam ini bisa diminimalisasi," ujarnya.
 
Usia Petugas Penyelenggara Pemilu Harus Dibatasi
Ketua KPU Arief Budiman. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif