ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Kasus HIV di Surabaya Turun Tahun Ini

Amaluddin • 26 Juli 2022 17:59
Surabaya: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mencatat ada 316 kasus human immunodeficiency virus (HIV) pada semester pertama 2022. Angka itu menurun dari periode yang sama di tahun 202, sebanyak 364 kasus HIV.
 
"Periode pertama tahun ini, kasus HIV mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, Selasa, 26 Juli 2022.
 
Nanik mengaku pihaknya terus berupaya melakukan tracing virus yang menginfeksi sel darah putih itu. Salah satunya, dengan memperkuat upaya pencegahan dan layanan pengobatan, seperti melakukan upaya promotif dan preventif melalui komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kepada kelompok rentan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah itu biasanya difokuskan pada remaja usia 15 hingga 24 tahun, ibu hamil, pengguna napza suntik (penasun), hingga wanita pekerja seks (WPS). Selain itu, kata Nanik, Dinkes berfokus pada pasien penyakit tertentu yang berpotensi disertai infeksi HIV. 
 
"Misalnya tuberkulosis (TB), dermatitis, infeksi menular seksual (IMS), bahkan diare kronis. Caranya dengan mengintensifkan deteksi HIV sedini mungkin," ujarnya.
 
Nanik mengatakan, ratusan kasus HIV di wilayahnya itu merupakan hasil penanganan kolaboratif antara Dinkes Surabaya dan instansi lain. Sinergitas itu dilakukan dengan menerapkan pengendalian forum multisektor.
 
Baca: 514 Sampel Darah di PMI Surabaya Mengandung HIV hingga Hepatitis
 
Sayangnya, Nanik tidak merinci detail ratusan kasus HIV itu ditemukan di wilayah mana saja. Dia hanya menyebut Kecamatan Sawahan menjadi wilayah dengan temuan HIV tertinggi, yaitu sebanyak 17 kasus.
 
"Untuk penyebaran kasusnya semua wilayah di Surabaya," katanya.
 
Berdasar data dinas kesehatan pada 2020, jumlah temuan HIV di Surabaya sebanyak 626 kasus. Persentase kasus didominasi pasien laki-laki sebanyak 469 orang atau 74,92 persen. Sementara itu, hanya 157 perempuan yang terkena atau 28,08 persen. Pelayanan sesuai standar telah diberikan kepada 47.868 orang dengan risiko terinfeksi HIV.
 
Caranya, menyediakan layanan konseling tes HIV di berbagai tingkat fasilitas pelayanan kesehatan. Di antaranya, 63 puskesmas, 54 rumah sakit hingga kantor kesehatan pelabuhan.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif