Komunitas Bogor Historia saat mendampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya, melihat situs Purwakalih di Kelurahan Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 3 Agustus 2022. Dokumentasi/ istimewa
Komunitas Bogor Historia saat mendampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya, melihat situs Purwakalih di Kelurahan Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 3 Agustus 2022. Dokumentasi/ istimewa

Komunitas Bogor Historia Menjaga Sejarah dan Budaya Tetap Eksis

Rizky Dewantara • 03 Agustus 2022 15:31
Bogor: Komunitas Bogor Historia berfokus pada pelestarian Objek Cagar Budaya (OCB) yang ada di Bogor, Jawa Barat. Komunitas yang dibentuk pada 2012 ini diinisiasi oleh empat pemuda hingga anggotanya mencapai 25 orang.
 
"Berkembangnya kemajuan zaman dan pesatnya pembangunan di daerah, kami khawatir objek atau bangunan sejarah yang ada di Bogor akan tersingkir hingga hilang," kata Ketua Bogor Historia, Eko Hadi, saat ditemui Medcom.id, di Bogor, Rabu, 3 Agustus 2022.
 
Baca: Dinilai Suka Berbagi, Komunitas Ini Terinspirasi Ganjar

Eko menjelaskan untuk kegiatan rutin yang Bogor Historia lakukan setiap Agustus yakni membersihkan makam pejuang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan mengingat perjuangan para pahlawan.
 
"InsyaAllah kegiatan pembersihan makam pejuang akan kami lakukan pada 15 Agustus 2022 mendatang. Untuk tempatnya ada yang di Kota dan Kabupaten Bogor," jelas EKo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia kegiatan komunitas Bogor Historia dilakukan mulai dari pendataan objek cagar budaya (OCB) dan pemanfaatan. Pemanfaatan yang dimaksud OCB bisa menjadi objek wisata.
 
"Jadi keinginan kami, dari mendata hingga menjadikan destinasi wisata agar masyarakat dapat belajar tentang sejarah sambil berlibur," ungkap Eko.
 
Sementara untuk bangunan dan museum bersejarah di Bogor pihaknya menilai animo masyarakat masih kurang atau minimnya ketertarikan terhadap sejarah. Dia berharap pemerintah daerah juga bisa melakukan tindakan untuk lebih menarik minta warga terhadap sejarah.
 
"Kami berharap generasi muda dan warga bogor untuk saling peduli. Karena dari situ bogor bisa disebut sebagai kota pusaka. Dari kepedulian dan saling menjaga objek-objek bersejarah," ungkap Eko.
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif