Jakarta: Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur (Jatim) baru 33,7 persen. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan serapan anggaran Jatim digenjot
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperbanyak belanja modal untuk mempercepat penyerapan anggaran. Namun, realisasi belanja ini baru bisa dilakukan di kuartal tiga dan empat.
"Belanja modal itu sebetulnya sudah bergerak, tapi mereka baru akan mencairkan itu di kuartal ketiga dan keempat. Itu yang sudah saya sampaikan (ke Presiden Jokowi)" kata Khofifah, Jumat, 17 Juli 2020.
Selain belanja modal, Khofifah memperbanyak pengadaan barang dan jasa. Terutama untuk belaja yang berkaitan dengan penanganan covid-19.
Baca: Gubernur Diperintahkan Tak Kendur dalam Penanganan Covid-19
Khofifah mengakui pandemi covid-19 menjadi penghalang realisasi hibah untuk desa. Organisasi perangkat daerah (OPD) kesulitan melakukan survei lapangan. Dia memerintahkan OPD untuk melakukan koordinasi virtual selama pandemi.
"Kalau itu menunggu survei lapangan semua. Dalam suasana seperti ini, agak susah dimaksimalkan," ucap Khofifah.
Baca: Jokowi Perintahkan Pemda Getol Belanja Daerah
Sebelumnya, Jokowi meminta kepala daerah mempercepat belanja untuk menggerakkan perekonomian. Pembelanjaan anggaran pemerintah di pusat dan daerah merupakan satu-satunya cara bertahan sekaligus memulihkan ekonomi nasional.
"Kita tidak bisa mengharapkan lagi yang namanya investasi, itu pasti minus pertumbuhannya. Yang bisa diharapkan sekarang ini yaitu belanja pemerintah," ujarnya saat memberikan pengarahan kepada para gubernur yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 15 Juli 2020.
Jokowi selalu memantau penyerapan anggaran di kementerian dan pemerintah daerah. "Kementerian saya cek harian, berapa realisasi, ketahuan semuanya. Harian pun sekarang ini saya pegang (serapan anggaran) provinsi, kabupaten, dan kota," tutur Jokowi.
Jakarta: Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur (Jatim) baru 33,7 persen. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan serapan anggaran Jatim digenjot
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperbanyak belanja modal untuk mempercepat penyerapan anggaran. Namun, realisasi belanja ini baru bisa dilakukan di kuartal tiga dan empat.
"Belanja modal itu sebetulnya sudah bergerak, tapi mereka baru akan mencairkan itu di kuartal ketiga dan keempat. Itu yang sudah saya sampaikan (ke Presiden Jokowi)" kata Khofifah, Jumat, 17 Juli 2020.
Selain belanja modal, Khofifah memperbanyak pengadaan barang dan jasa. Terutama untuk belaja yang berkaitan dengan penanganan covid-19.
Baca:
Gubernur Diperintahkan Tak Kendur dalam Penanganan Covid-19
Khofifah mengakui pandemi covid-19 menjadi penghalang realisasi hibah untuk desa. Organisasi perangkat daerah (OPD) kesulitan melakukan survei lapangan. Dia memerintahkan OPD untuk melakukan koordinasi virtual selama pandemi.
"Kalau itu menunggu survei lapangan semua. Dalam suasana seperti ini, agak susah dimaksimalkan," ucap Khofifah.
Baca:
Jokowi Perintahkan Pemda Getol Belanja Daerah
Sebelumnya, Jokowi meminta kepala daerah mempercepat belanja untuk menggerakkan perekonomian. Pembelanjaan anggaran pemerintah di pusat dan daerah merupakan satu-satunya cara bertahan sekaligus memulihkan ekonomi nasional.
"Kita tidak bisa mengharapkan lagi yang namanya investasi, itu pasti minus pertumbuhannya. Yang bisa diharapkan sekarang ini yaitu belanja pemerintah," ujarnya saat memberikan pengarahan kepada para gubernur yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 15 Juli 2020.
Jokowi selalu memantau penyerapan anggaran di kementerian dan pemerintah daerah. "Kementerian saya cek harian, berapa realisasi, ketahuan semuanya. Harian pun sekarang ini saya pegang (serapan anggaran) provinsi, kabupaten, dan kota," tutur Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)