Salah satu sungai di Wasior, Teluk Wondama, yang rentan meluap dan dapat menjadi penyebab banjir di daerah tersebut. (Foto: ANTARA/Toyiban)
Salah satu sungai di Wasior, Teluk Wondama, yang rentan meluap dan dapat menjadi penyebab banjir di daerah tersebut. (Foto: ANTARA/Toyiban)

Sistem Peringatan Dini Bencana di Teluk Wondama Tak Berfungsi

Nasional antisipasi banjir Bencana Alam Papua
Antara • 06 Februari 2020 11:33
Teluk Wondama: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Teluk Wondama Yance Pesurnai mengatakanearly warning system (EWS) atau peralatan sistem peringatan dini bencana di wilayahnya tak lagi berfungsi. EWS di Kota Wasior misalnya, rusak.
 
“Dulu pascabanjir bandang 2010 di beberapa kali sudah dipasang alat EWS. Tapi peralatan itu sekarang sudah tidak berfungsi lagi karena rusak oleh banjir dan juga sengaja dirusak,“ ungkap Yance, melansir Antara, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Menurut Yance, EWS sangat diperlukan mengingat Teluk Wondama, terutama Wasior dan sekitarnya. merupakan daerah rawan banjir. BPBD mencatat beberapa sungai besar seperti Anggris, Sanduai, Rado, dan Sungai Manggurai rawan meluap ketika musim hujan tiba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut kerusakan alat pendeteksi banjir terjadi lantaran kurangnya perawatan. Dia mengakui perawatan EWS jarang dilakukan karena kekurangan anggaran.
 
“Perawatan terakhir pada 2015,“ ucap Yance.
 
Yance melanjutkan selain EWS banjir, di wilayahnya telah dipasang alat pencatat gempa atau seismograf yang merupakan bantuan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Salah satunya dipasang di dekat perumahan Pemda Manggurai.
 
Sementara itu Komisi C DPRD Teluk Wondama minta BPBD merencanakan kembali anggaran pengadaan peralatan sistem peringatan dini banjir termasuk anggaran perawatan.
 
“Diprogramkan lagi saja kemudian dimunculkan dalam Musrenbang 2020 nanti kami Komisi C akan mengawal itu karena alat itu penting sebab kita ini tinggal di daerah rawan banjir," ujar anggota Komisi C DPRD Teluk Wondama Edi Renmaur, pada kesempatan terpisah.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif